Jumat, 22 Juni 2012
Sabtu, 24 September 2011
Senin, 03 Januari 2011
Konglomerasi Media, Regulasi di Indonesia
Kebijakan
Sistem Komunikasi di Indonesia, Regulasi dan Implementasi
Konglomerasi Media,
Regulasi di Indonesia
Konglomerasi Media di
Indonesia sudah tidak bisa dipungkuri lagi, secara nyata bos-bos di dunia usaha
menguasai industri media, yang merupakan industri baru di Indonesia. Terjadi
sangat cepat perkembangan bisnis media ini sehingga sudah tidak mudah lagi
dikontrol lagi dalam percaturan persaingannya. Tidak hanya terjadi persaingan
bisnis dalam negeri namun juga jaringan bisnis media internasional yang mulai
memasuki wilayah media nasional.
Sejak terjadinya Reformasi 1998, terjadi euphoria besar-besaran dalam
bisnis media massa, baik cetak maupun elektronik. Namun hal ini berdampak buruk, pada
perkembangan media di Indonesia. Media hanya dijadikan sebagai alat untuk
mencari keuntungan sesaat. Media baru bermunculan dari yang sangat kecil dalam
segi perusahaan maupun redaksi, menengah hingga besar. Namun faktanya banyak
yang berguguran, sebelum berkembang. Data Dewan pers tahun 2006 yang
menyebutkan bahwa dari 851 media yang terbit di Indonesia, terdiri
dari 284 surat kabar harian, 327 surat kabar mingguan, 237 majalah,
3 buletin, hanya sekitar 30% yang sehat. 1
Bisnis media cetak dikelola secara
tidak professional. Bahkan bisa dikatakan bahwa industri media bejalan tidak
sehat. Dengan banyakanya media yang gulung tikar. Dalam hal ini terbit hanya
beberapa edisi saja, seperti tabloid mingguan misalnya. Tahun 2001, sebuah ilustrasi
kongrit. Penulis pernah bekerja di media baru di yang bernama Moderator, media
tersebut berkantor di Jakarta Utara, tepatnya di Jalan Siaga – Tanjung Priok.
Ironis sekali, karena hanya terbit 11 edisi saja dalam tiga bulan karena bulan
keempat media tersebut sudah tidak mampu lagi membiayai gaji jurnalis dan biaya
percetakan. Masalah terjadi pada perusahaan yang tidak siap dengan permodalan.
Dan dalam perjalanannya iklan di Tabloid mingguan moderator tidak kunjung
datang atau terpasang.
Namun di sisi lain usaha bisnis
media yang dikelola oleh kelompok konglomerasi semakin menjadi dan tumbuh
besar, suatu contoh gruyp MNC, Media Nusantara Cipta, kini memiliki tiga
stasiun televisi nasional, RCTI, Global TV, MNC TV, jaringan televisi kabel,
juga Koran Seputar Indonesia, dan Jaringan Radio di berbagai daerah di
Indonesia. Belum lagi stasiun televisi lokal yang berjaringan dengan grup ini. Di
media cetak tidak bisa dipungkuri grup Jawa Pos dan Grup Kompas Gramedia menguasai
pangsa pasar terbesar media cetak di Indonesia.
Ini fakta bahwa di Indonesia terjadi
konglomerasi media yang besar-besaran, ilsutrasi lain di media televise juga adalah
munculnya grup PARA, yang memulai
bisnisnya di Media Televisi, Trans
Corporation dengan Trans TV-nya. Namun saat ini telah memiliki TRANS 7,
hasil pembelian dari Grup KOMPAS Gramedia. Terakhir adalah Bakrie grup yang memulai bisnis
media di tanah Lampung, ANTV didirikan di Bandar Lampung pada tanggal 1 Januari
1993. Kini telah memiliki TV One, hasil membeli dari pengusaha Abdul Latif, TV tersebut seblumnya, bernama Lativi mirip nama si empunya terdahulu.
Media yang memiliki grup berbeda seperti
MNC grup juga terjadi di Staisun Televisi Metro TV dan Media Indonesia. Dimiliki
Surya Paloh, yang kini mulai mendirikan organisasi sosial kemasyarakatan
Nasional Demokrat.
Konglomerasi media tidak hanya
terjadi di Indonesia rupanya namun di berbagai belahan bumi di dunia, Bag
Bagnikian, yang dikenal sebagai “salah satu suara paling disegani dalam dunia
jurnalisme dewasa ini,“ mengatakan bahwa perusahaan raksasa sekarang sangat
berorientasi pada profit. Dia mengatakan strategi perusahaan mereka sering kali
mengorbankan mutu isi dan mutu pelayanan untuk menaikan profit. Bagdikian
memberi data yang menyedihkan tentang konglomerasi dalam bukunya yang berjudul The New Media Monopoly.
Dalam buku Teori Komunikasi Massa, John Vivian
2008. Menulis, Rupert Murdoch sebagai Raja Media. Banyak orang benci raja media Rupert Murdoch.
Walaupun News Corp miliknya hanya salah satu dari sekian banyak perusahaan
perusahaan medianya yang mencaplok outlet
media lainnya, nama Murdoch telah menjadi sinonim dengan kekuasaan media. Media
eksekutif CBS Howard Stringer menjulukinya sebagai “pemimpin era komunikasi
Napoleonik baru.” Para pengkritik
mengkalim bahwa penekanannya pada profit korporat telah mengubah landasan
media, dan pesaingnya harus berjuang keras menghadapinya.
Keluarga
Murdoch menguasai 30 persen saham News Corp senilai 12$ miliar pada 2003.
Dinasti Murdoch dimulai dengan Koran Autralia yang didirikan ayah Murdoch, yang
mewariskan bisninya ke putranya, pada 1952. Rupert Murdoch, yang hini berusia
77 tahun, sedang melatih anak-anaknya untuk menggantikan dirinya.
Murdoch mulai mengakuisisi beberapa
Koran Inggris dan kemudian beberapa Koran Amerika. Dia memebeli perusahaan
penerbit buku Harper & Row, yang kemudian dia sesuaikan dengan kepentingan penerbitannya
di Inggris. Agar bisa memiliki stasiun televisi di AS, dia menjadi warga Negara
Amerika Serikat. Karenanya pada 80-an, walau sebelumnya orang tak percaya,
namun kenyataannya dia bisa mendirikan Fox sebagai jaringan televisi AS yag
keempat. Dia lalu meguasai studio film dan televisi 20th Century
Fox. Dia membeli perusahaan induk TV Guide.
Dia mendirikan televisi satelit Sky and Star TV di Inggris dan Asia. Dua
pertiga populasi dunia 3 miliar
orang-menonton siaran StarTV, yang menampilkan program acara yang dibuat atau
dibeli oleh perusahaan Murdoch. Pada 2003 dia menguasai DirecTV, televisi
satelit utama di AS.( Vivian, 2008 : 30).
Ilustrasi di atas, membuat Ben
Bagdikian mengatakan bahwa konglomerasi mempengaruhi diversitas pesan yang
diberikan media massa. Berbicara di Madison Institute, Bagdikian
menggambarkan konglomerasi dalam nada
yang muram : “Mereka berusaha menguasai atau mendominasi pasar bukan hanya
untuk satu medium tetapi semua media. Tujuannya adalah mengontrol semua proses
dari naskah awal atau serial baru sampai ke penggunanya dalam beragam bentuk.
Di Indonesia, seyogyanya tidak terjadi knglomerasi, jika pemerintah tegas dalam
menindak bisnis monopoli media. Dan tegas terhadap pelaku bisnis media. Karena
keberagaman isi siaran atau isi pesan dapat terlaksana dengan baik. Keberagaman
konten dalam media televisi dan radio atau pesan lainnya di media cetak kini yang dibutuhkan
masyarakat tentunya dengan pendekatan kearipan lokal.
Regulasi Penyiaran
Media
di Indonesia yeng berkembang pesat adalah media penyiaran, selain media cetak.
Bisnis media penyiaran televisi dan radio di meriahkan oleh pengusaha besar di
Indonesia yang sangat berpengaruh. Namun berbeda di daerah, televisi lokal kini
bermunculan dan dimiliki bukan oleh pengusaha media besar dari Jakarta, namun
pengusaha lokal bahkan pemerintah daerah. Muhamad Mufid, dalam bukunya
Komunikasi dan Regulasi Penyiaran menuliskan, Setidaknya ada tiga mengapa regulasi penyiaran di pandang urgent. Pertama dalam iklim demokrasi kekinian, salah satu urgensi yang
mendasari penyusunan regulasi penyiaran adalah hak asasi manusia tentang
kebebasan berbicara (freedom of speech),
yang menjamin kebebasan sesorang untuk memperoleh dan menyebarkan pendapatnya
tanpa adanya intervensi, bahkan dari pemerintah. Namun pada saat yang
bersamaan, juga berlaku Undang-undang Telekomunikasi yag membatasi aktivitas
penggunaan spectrum gelombang radio (Leen d’Haenens, 2000:24-26). Nilai
demokrasi karenanya menghendaki kriteria yang jelas dan fair tetag pengaturan
alokasi akses media.
Kedua, demokrasi menghendaki adanya
“sesuatu” yang menjamin keberagaman (diversity)
politik dan kebudayaan, dengan menjamin kebebasan ide dan posisi dari
kelompoknya minoriotas. Hal ini adalah adanya hak privasi (right to privacy) seseorqang untuk tidak menerima informasi
tertentu. Dalam batas tertentu, kebebasan untuk menyampaikan informasi (freedom of information) memang dibatasi
oleh hak privasi seseorang (right to
privacy). Yang perlu digaris bawahi
dalam hal ini, sebagaimana diungkapkan Feintuck (1999 : 43), adalah
limitasi keberagaman (diversity)
sendiri seperti kekerasan dan pornografi merupakan hal yang tetap tidak dapat
dieksploitasi atas nama keberagaman. Dalam perkembngannya aspek diversity, lebih banyak diafiliasikan
sebagai aspek politik dan ekonomi dalam konteks ideology suatu bangsa. (Mufid
2007 : 68).
Sumber Bacaan :
Mufid
Muhamad, Komunikasi & Regulasi Penyiaran, Kencana : 2007, Jakarta.
Vivian
John, Teori Komunikasi Massa, Penerjemah Tri Wibowo B.S. Edisi Kedelapan,
Kencana : 2008, Jakarta,
Sabtu, 20 November 2010
Komunikasi Politik
Kontruksi Realitas Politik dalam Media Massa : Sebuah Studi
Critical Discourse Analysis terhadap Berita-berita Politik. 2004 Granit, Jakarta. Menulis, pada BAB I , Media Massa dan Kontruksi Realitas Politik, oleh Hamad, Ibnu, Sebuah
Kearngka Teori. Peristiwa politik selalu menarik perhatian media massa sebagai bahan
liputan. Hal ini terjadi karena dua factor yang saling berkaitan. Pertaman
dewasa ini politik berada di era mediasi (politic in the age mediation) yakni
media massa, sehingga hamper mustahil kehidupan
politik dipisahkan dari media massa.
Malahan para actor politik senantiasa berusaha menarik perhatian wartawan agar
aktivitas politiknya memperoleh liputan dari media massa. (hal 1)
McNair, Brian. Dalam
bukunya An Introduction to Ploitical Communication (London, Routledge, 1995),
bab 1 hlm. 2-15, mentyatakan bahwa era mediasi tersebut, fungsi media massa dalam komunikasi
politik bias menjadi penyampai (transmitter) pesan-pesan politik dari
pihjak-pihak luar dirinya ; sekaligus menjadio pengirim (senders) pesan politik
yang dibuat (constructed) oleh para wartawannya kepada audiens. Jadi, bagi para
actor politik, media massa dipakai untuk
menyampaikan pesan-pesan politik mereka kepada khalayak ; sementara untuk para
wartawan media massa
adalah untuk memperoduksi pesan-pesan politik, karena peristiwa-peristiwa
politik.
Liputan politik juga cenderung lebih rumit ketimbang
reportase bidang kehidupoan lainnya. Pada satu pihak, liputan politik memiliki
dimensi pembentukan opini mpublik (public opinion), baik yang diharapkan oleh
politisi maupaun para wartawan. Pra actor politik menginginkan public ikut
terlibat dalam pembicaraan dan tindakan politik melalui tindakan politik
melalui pesan politik yang disampaikannya dalam komunikasi politik, aspek
pembentukan opini ini memang memiliki tujuan utama, karena hal ini akan
mempengaruhipencapaian-pencapaian politik para actor politik.
Dalam kerangka pembentukan opini public ini, media massa umumnya melakukan tiga
kegiatan sekaligus. Pertama, menggunakan symbol-simbol politik (language
politic), kedua, melaksanakan strategi pengemasan pesan (framing strategies),
Ketiga, melakukan fungsi agenda setting media ( Agenda setting function).
Takala melakukan tiga tindakan itu, boleh jadi sebuah media dipengaruhi oleh
berbagai factor internal berupa kebijakan redaksional tertentu mengenai suatu
kekuatan politik, kepentinganm politik para pengelola media, relasi media
dengan sebuah kekuatan politik tertentu, dan factor eksternal seperti tekanan
pasar pembaca atau pemirsa, system politik yang berlaku dan kekuatan-kekuatan
luar lainnya. Dengan demikian, boleh jadi peristiwa politik bias menimbulkan
opini public yang berbeda-beda tergantung dari cara masing-masing media
melaksanakan tiga tindakan tersebut. (hal 2-3).
Politik itu memiliki nilai berita. Yang terakhir ini sejalan
dengan pandangan Nimmo, Dan, dalam bukunya Political Communication and Public
Opinion in Amerika. (Santa Monica, California : Goodyear Publishing, 1978).
Hlm. 185-187, yang menyatakan bahwa peristiwa-peristiwa politik itu selalu laik
berita. Nimmo membagi peristiwa politik ke dalam empat jenis : peristiwa rutin,
incidental, skandal, dan tanpa disengaja. Keempatnya selalu bias menjadi bahan
berita yang menarik. Sebab, sebuah peristiwa rutin bias melibatkan actor politik
terkenal sehingga bias dijadikan berita : peristiwa tiba-tiba (incidental)
seperti kecelakaan yang menimpa seorang actor politik juga akan menjadi berita.
Demikian pula skandal yang dilakukan seorang actor politik merupakan berita
hangat. Para wartawan juga sering mendapatkan
informsi politik yang tak disengaja, antara lain karena disamarkan oleh actor
politik sebagai sumber, yang justru kemudian menjadi berita besar.
Dalam kaitan ini penulis mengikuti pendapat Nimmo, ibid.,
Bab I hlm. 1-20, yang menjadi titik pandang seluruh bukunya itu. Ia berpendapat
tujuan komunikasi politik adalah pembentukan pendapat umum. Dengan meminjam
formula Lasswell, “siapa mengatakan apa melalui saluran effects ?) Nimmo
menjelaskan hubungan antara komunikasi politik dan opini public. Elemen who
(siapa) dalam model itu adalah komunikator politik : says what (mengatakan apa)
adalah pesan politik ysng memakai symbol-simbol politik : in which chaneel
(saluran) adalah media yangh salah satunya adalah media massa ; two whom (kepada siapa) adalah
khalayak atau publik : dan with what effect (akibat apa) adalah dampak dari
komunikasi politik berupa opini public. Selanjutnya dampak dari public opini
ini adalah mempengharuhi sosialisasi dan partisipasi politik, pemberian suara
dan kebijakan pejabat dalam mengambil keputusan.
Di pihak lain, kegitan di bidang media massa
dewasa ini termasuk di Indonesia
telah menjadi indutri. Dengan masuknya unsure capital, media massa mau tak mau harus memikirkan pasar demi
memperoleh keuntungan (revenue) baik dari penjualan maupun dari iklan. Talk
terkecuali dalam menyajikan peristiwa politik, karena pengaruh modal ini media massa akan lebih
memperhatikan kepuasan khalayak (pelanggan dan pengiklan) sebagian pasar mereka
dalam mengkonsumsi berita-berita politik. Padahal, public dalam komunikasi
politik khususnya din Indonesia
secara umum memiliki keterikatan secara ideologis. (Ideologis laden) dengan
partai-partai politik atas dasar agama, nasionalisme, ataupun kerakyatan
(sosialisme). Keadaan demikian dengan sangat mudah dapat kita amati terutama
pada masa Pemilu, saat setiap warga Negara memperlihatkan orientasi politiknya
masing-masing.
Aspe Komunikasi Politik
|
Masa Orba
|
Masa Reformasi (1999)
|
Komunikator Politik
|
Didominasi oleh sumber-sumber resmi dari kalangan pejabat
pemerintah dan aparat (tentara)
|
Menyebar ke sumber-sumber dari semua kekuatan politik
seperti partai, LSM, dan aktivis.
|
Pesan Politik
|
Dari segi isu cenderung seragam. Orientasinya tunggal,
menekankan consensus. Bermain dalam bahasa eufimisme. Ada usaha secara sistematis mendelegitimasi
kekuatan selain Orde Baru . Di luar orde baru adalah musuh.
|
Isunya beragam dengan orientasi multiarah memperlihatkan
perbedaan. Menggunakan bahasa yang lebih terus terang. Bahkan sering vulgar.
Cenderung mendelegitimasi Orba sebagai musuh.
|
Media
Komunikasi
Politik
|
Media massa
di bawah control penguasa Orba. Dalam liputan kampanye Golkar harus
mendapatkan porsi lebih besar.
|
Media bebas menentukan pilihan politiknya. Pada sebagian
Koran terjadi pemihakan (partisan) kepada salah satu kekuatan politik.
|
Khalayak
Komunikasi
Politik
|
Massa
yang “apotis” kesadaran Ideologis dalam keadaan tertekan.
|
Massa
dan sangat politis. Fanatisme pada salah satu partai dengan kesadaran
ideologis yang tinggi.
|
Efek Komunikasi
Politik
|
Pemerintah adalah pihak yang harus selalu dianggap benar.
|
Setiap kelompok politik mendapat apresiasi sesuai
kekauatan politiknya.
|
Dalam bukunya Marketing Politik – Antara Pemahaman dan Realitas, yang diterbitkan Yayasan Obor Indonesia,
2008 Jakarta. Firmanzah
Ph.D menuliskan Metode Komunikasi Politik, adalah Perubahan dalam masyarakat local ,maupu global juga memberikan implikasi terhadap
cara melaksanakan komunikasi politik. Dengan semakin hilangnya system tertutup,
otoriter dan refresif, semakin terbuka pula ruang-ruang kebebasan untuk berekpresi. Media juga diiming-iming atas konsesi
tertentu apabila mau mendukung pihak yang berkuasa. Namun, dengan semakin
globalnya jaringan-jaringan kelompok-kelompok masyarakat dunia, perilaku
aliansi media massa
local untuk menjadi pihak yang objektif dan tidak memihak dapat direduksi
semaksimal mungkin. Tekanan global terhadap media massa local untuk menjadi pihak yang objektif
dan tidak memihak pastilah sedikit banyak dapat mencegah perilaku kolusif ini.
Ketika ditemukan kasus kolusif, hal tersebut akan menjadi komunitas politik
bagi oposisi untuk mendeskriditkan partai lawan yang telah melakukan kolusi
itu.
Kolusi tersebut akan dapat merusak kredibilitas media massa di mata masyarakat.
Bagi media massa,
hal yang paling dijaga adalah krdibilitas informasi yang diberitakan. Kalau
semua orang menanyakan ke-absahan berita yang ditampilkan, hal ini akan
menggangu bisnis media massa
itu sendiri. Artinya, kehancuran ada di depan mata. Sekali masyarakat tak
percaya padanya, sebuah media massa
tidak akan bangkit kembali. Tak ada ampun baginya. Selesai. Hal. 83
Kamis, 18 November 2010
Psikologi Komunikasi
Charactersitics of Relationships
1. There is strong mutual concern (caring) for the other’s personal
growth.
Kecenderungan untuk bertingkah laku
sesuai dengan konsep diri disebut sebagai nu-buat yang dipenuhi sendiri. Bila
anda berfikir Andi orang bodoh, anda akan benar-benar menjadi orang bodoh.
Biula anda merasa memiliki kemampuan untuk mengatasi persoalan, maka persoalan
apa pun yang Anda hadapai pada akhrinya dapat Anda atasi. ANda berusaha hidup
sesuai dengan label yang anda letakan pada diri anda. Hubungan konsep diri
dengan perilaku, mungkin dapat disimpulkan dengan ucapan para penganjur
berfikir positif : You don’t think what
you are, you are what you think.
2. There is Consistent agreement on
intellectual matters.
Orang-orang
yang memiliki kesamaan dalam nilai-nilai, sikap, keyakinan, tingkat
sosioekonomis, agama, ideologis, cenderung saling menyukai. Menurut teori Cognitive Consistency dari Fritz Heider,
manusia selalau berusaha mencapai konsistensi dalam sikap dan perilakunya. Kita
cenderung menyukai orang, kita ingin mereka memilih sikap yang sama dengan
kita, dan jika kiat menyukai orang, kita ingin mereka memilih sikap yang sama
dengan kita. Kita ingin memiliki sikap yang sama dengan orang yang kita sukai,
supaya seluruh unsure kognitif kita konsisten.
3. There is strong mutual commitment to the
potential of the relationship.
Hubungan interpersonal tidaklah bersifat statis, tetapi
selalu berubah. Untuk memlihara dan memperteguh hubungan interpersonal,
perubahan memerlukan tindakan-tindakantertentu untuk mengembalikan keseimbangan
(equilibrium). Ada
empat factor yang amat penting dalam memlihara keseimbangan ini : keakraban,
control, respons yang tepat, dan nada emosional yang tepat.
Kekaraban merupakan pemenuhan kebutuhan akan kasih saying
Hubungan Interpersonal akanterpelihara apabiula kedua belah pihak sepakat
tentang tingkat keakraban yang diperlukan. Faktor yang kedua adalah kesepakatan
tentang siapa yang akan mengontrol siapa. Faktor yang ketiga, adalah ketepatan
respons ; artinya, rspon A haruis di ikuti Respon B yang sesuai.
Konfirmasi
1) Pengakuan
LAngsung
2) Perasaan
Positif
3) Responss
Meminta Keterangan
4) Respons
Setuju
5) Respons
Suportif
Diskonfirmasi
1) Respons
Sekilas (Tangenial Response)
2) Response
Impersonal (Impersonal Response)
3) Response
Kosong (Impervious Response)
4) Response
yang tidak relevan (Irrelevant Response)
5) Respon
Interupsi (Interrupting Response)
6) Response
Rancu (Incorect Response)
7) Response
Kontradiktif (Incongruous Response)
4. They have a
reciprocal feeling for each other
1) Karakteristik
dan maksud orang lain. Orang akan menaruh kepercayaan kepada seorang yang
dianggap memiliki kemamampuan, ketremapilan, atau pengalaman dalam bidang
tertentu. Contoh : Kita percaya kepada Dokter.
2) Hubungan
Kekuasaan. Percaya tumbuh apabila
orang-orang mempunyai kekuasaan terhadap orang lain. Bila saya tahu bahwa Anda
akan patuh dan tunduk kepada saya, saya akan mempercayai anda.
3) Sifatnya
dan Kualitas Komunikasi. Bila komunikasi bersifat terbuka, bila maksud dan
tujuan sudah jelas, bila ekspektasi sudah dinyatakan, maka akan tumbuh sikap
percaya.
5. They can spend a majority of their time together.
Dalam
komunikasi interpersonal, kita bias berlama-lama bertukar pengelaman salaing
mengenal karena kita menruh keprcayaan yang tinggi pada lawan bicara kita.
Hubungan semakin akrab terjalin karena saling memiliki keprcayaan dan
keretbukaan dalam berkomunikasi.
6. There is a mutual depth of sharing of their experiences
Ada kedalaman saling berbagi pengalaman mereka
Sikap
percaya berkembang apabila setiap komunikan menganggap komunikan lainnya
berslaku jujur. Tentu sikap ini dibentuk berdasarkan pengalaman kita dengan
komunikan. Karena itu sikap percaya berubah-ubah tergantung kepada komunikan
yang dihadapi. Selain pengalaman, ada
tiga factor utama yang dapat menumbukan
sikap percaya atau mengembangkan komunikasi yang didasarkan pada sikap
saling percaya : menerima, empati dan kejujuran.
7. They consider each other as significan
others
Pembukaan
diri atau Self-Disclousure adalah
mengungkapkan rekasi atau tanggapan kita terhadap situasi yang sedang kita
hadapi serta memberikan informasi tentang masa lalu yang relevan atau berguna
untuk memhami tanggapan kita di masa kini tersebut. (Johnson, 1982), dalam Komunikasi Interpersonal Karya Dr.
A. Supratiknya.
Sikap
Terbuka (open-mindedness) amat besar pengaruhnya dalam menumbuhkan komunikasi
interpersonal yang efektif. Lawan dari sikap terbuka adalah dogmatisme,
sehingga untuk memhami sikap terbuka, kita harus mengidentifikasikan lebih
dahulu karakteristik orang dogmatis.
8. There is openness and honesty in all
their communication.
Ada keterbukaan dan kejujuran dalam semua komunikasi mereka
Kejujuran
adalah factor ketiga yang menumbuhkan sikap percaya. Menerima empati mungkin
saja dipersepsi salah oleh orang lain. Sikap menerima kita dapat ditanggapi
sebagai sikap tak acuh, dingin dan tidak bersahabat ; empati dapat ditanggapi
sebagai pura-pura. Supaya ditanggapi sebenarnya,kita harus jujur mengungkapkan
diri kita kepada orang lain. Kita harus banyak menghindari melakukan
“penopengan” atau “pemngelolaan kesan” Kita tidak menaruh kepercayaan kepada
orang-orang yang sering menyembunyikan pikiran dan pendapat-pendapatnya. . Kita
menaruh kepercayaan kepada orang terbuka, atau tidak mempunyai pretense yang dibuat-buat.
9. They are Willing to bear the other’s
burdens in life
Dalam
hubungan yang akrab, memunginkan bana hidup di bagi dengan cara mencurahkan isi
hati, terlebih curahan isi hati disampaikan kepada orang yang dipercyai. Dalam
hubungan antar pribadi sikap saling percaya terjadi dan membagi beban hidup
terjadi tanpa paksaan.
10. They Enjoy high, mutual sexual
satisfaction
Komunikasi Interpersonal dalam
keluarga terdekat seperti hubungan suami iitri dalam berumah tangga dapat
menumbuhkan semangat berhubungan seks yang tinggi, dan pada akhirnya
mandapatkan kepuasan seksual dalam kehidupan berumah tangga. Komunikasi
interpersonal salah satunya menjadi alat untuk mencapai kepuasan tersebut.
Sumber Bacaan :
Rakhmat Jalaludin, Psikologi Komunikasi, Rosda, bandung 2009.
Supratiknya, Komunikasi Antarpribadi , Tinjauan Psikologis. Kanisius
Yogyakarta, 2007.
Sabtu, 09 Oktober 2010
Juara Harapan Lomba Foto Bandung Airshow
"BASAH SEMUA"
Minggu, 12 September 2010
FILM SANG PENCERAH
Sinopsis dan Trailer Film Sang Pencerah

Pimpinan Pusat Pengurus Muhamadiyah, Din Syamsudin menghimbau warga Muhammadiyah untuk menyaksikan film SANG PENCERAH arahan sutradara Hanung Bramantyo.
Saya menghimbau khususnya warga Muhamadiyah untuk menonton film ini yang pada 9 September akan ditayangkan di bioskop, dan marilah kita dukung film ini, kalau berhasil nanti akan ada SANG PENCERAH II,” ungkap Din Syamsudin.
Himbauan tersebut disampaikan dalam syukuran film SANG PENCERAH, di kediamannya di Komplek Pejanten Elok, Pasar Minggu, Jakarta Selatan,beberapa waktu yang lalu
“Atas nama pimpinan Muhamadiyah saya sampaikan ucapan terima kasih, tentunya film ini sangat ditunggu-tunggu oleh warga Muhamadiyah dan warga Indonesia pada umumnya,” ungkapnya.
SANG PENCERAH menampilkan bintang Lukman Sardi sebagai pemeran KH Ahmad Dahlan, Zaskia Adya Mecca (Nyai Ahmad Dahlan), Ikranegara (Kyai Abu Bakar), Sujiwo Tejo, Giring Nidji (KH Sudja, murid KH Ahmad Dahlan) dan sejumlah artis pendukung lain seperti Joshua Suherman yang berperan sebagai tokoh Hisyam muda. Film ini mengisahkan tentang perjalanan hidup seorang Ahmad Dahlah, pendiri Muhamadiyah.
“Saya dan teman-teman di Muhamadiyah sudah lama sekali berharap ada yang bikin film dan sebenarnya sudah ada rencana dari sutradara lain yang ingin membuat film ini sampai akhirnya Mas Hanung yang mempunyai obsesi yang sama dengan kita dan mewujudkan ini,” urainya.
“Ini akan semakin mencerahkan warga Muhamadiyah dan tentunya juga pencerahan bagi bangsa,” pungkasnya.
Dari sekian banyak pemain di film Sang Pencerah, ada tiga yang tidak perlu repot melewati proses casting. Mereka ditunjuk langsung oleh sang sutradara, Hanung Bramantyo.
Pertama, untuk karakter K.H. Ahmad Dahlan diperankan oleh Lukman Sardi. Ke-dua, sosok Kyai Hulu dipercayakan pada aktor gaek Slamet Raharjo. Dan yang terakhir untuk pemeran Nyai Walidah, Hanung menunjuk istrinya sendiri, Zaskia Adya Mecca.
"Lukman itu aktor muda yang punya kualitas sangat bagus. Slamet Raharjo, aktor senior yang masih dicintai oleh masyarakat," jelas Hanung dalam acara Press Junket film Sang Pencerah di FX Senayan, Jakarta Selatan, Rabu (11/8).
Lantas bagaimana dengan Zaskia? Bukan asal pilih, Hanung merasa istrinya itu punya satu poin penting yang dia cari.
"Zaskia ini kan ikon perempuan muslim. Jadi, cukup mewakili," kata Hanung.
Soal anggapan keterlibatan Zaskia yang disebut karena nepotisme, dia menanggapinya dengan santai.
"Ya kalau dia bisa kasih performa yang bagus untuk pekerjaannya kenapa enggak," tukas sutradara Ayat-ayat Cinta itu.
Sinopsis Film Sang Pencerah
Film Sang Pencerah ini mengambil setting di Kota Jogyajakarta pada tahun 1867-1912.
Sepulang dari Mekah, Darwis muda (Ihsan Taroreh) mengubah namanya menjadi Ahmad Dahlan. Seorang pemuda usia 21 tahun yang gelisah atas pelaksanaan syariat Islam yang melenceng ke arah Bid’ah /sesat
Melalui Langgar / Surau nya Ahmad Dahlan (Lukman Sardi) mengawali pergerakan dengan mengubah arah kiblat yang salah di Masjid Besar Kauman yang mengakibatkan kemarahan seorang kyai penjaga tradisi, Kyai Penghulu Kamaludiningrat (Slamet Rahardjo) sehingga surau Ahmad Dahlan dirobohkan karena dianggap mengajarkan aliran sesat. Ahmad Dahlan juga di tuduh sebagai kyai Kafir hanya karena membuka sekolah yang menempatkan muridnya duduk di kursi seperti sekolah modern Belanda.
Ahmad Dahlan juga dituduh sebagai kyai Kejawen hanya karena dekat dengan lingkungan cendekiawan Jawa di Budi Utomo. Tapi tuduhan tersebut tidak membuat pemuda Kauman itu surut. Dengan ditemani isteri tercinta, Siti Walidah (Zaskia Adya Mecca) dan lima murid murid setianya : Sudja (Giring Nidji), Sangidu (Ricky Perdana), Fahrudin (Mario Irwinsyah), Hisyam (Dennis Adishwara) dan Dirjo (Abdurrahman Arif), Ahmad Dahlan membentuk organisasi Muhammadiyah dengan tujuan mendidik umat Islam agar berpikiran maju sesuai dengan perkembangan zaman
Trailer Film Sang Pencerah

Pimpinan Pusat Pengurus Muhamadiyah, Din Syamsudin menghimbau warga Muhammadiyah untuk menyaksikan film SANG PENCERAH arahan sutradara Hanung Bramantyo.
Saya menghimbau khususnya warga Muhamadiyah untuk menonton film ini yang pada 9 September akan ditayangkan di bioskop, dan marilah kita dukung film ini, kalau berhasil nanti akan ada SANG PENCERAH II,” ungkap Din Syamsudin.
Saya menghimbau khususnya warga Muhamadiyah untuk menonton film ini yang pada 9 September akan ditayangkan di bioskop, dan marilah kita dukung film ini, kalau berhasil nanti akan ada SANG PENCERAH II,” ungkap Din Syamsudin.
Himbauan tersebut disampaikan dalam syukuran film SANG PENCERAH, di kediamannya di Komplek Pejanten Elok, Pasar Minggu, Jakarta Selatan,beberapa waktu yang lalu
“Atas nama pimpinan Muhamadiyah saya sampaikan ucapan terima kasih, tentunya film ini sangat ditunggu-tunggu oleh warga Muhamadiyah dan warga Indonesia pada umumnya,” ungkapnya.
SANG PENCERAH menampilkan bintang Lukman Sardi sebagai pemeran KH Ahmad Dahlan, Zaskia Adya Mecca (Nyai Ahmad Dahlan), Ikranegara (Kyai Abu Bakar), Sujiwo Tejo, Giring Nidji (KH Sudja, murid KH Ahmad Dahlan) dan sejumlah artis pendukung lain seperti Joshua Suherman yang berperan sebagai tokoh Hisyam muda. Film ini mengisahkan tentang perjalanan hidup seorang Ahmad Dahlah, pendiri Muhamadiyah.
“Saya dan teman-teman di Muhamadiyah sudah lama sekali berharap ada yang bikin film dan sebenarnya sudah ada rencana dari sutradara lain yang ingin membuat film ini sampai akhirnya Mas Hanung yang mempunyai obsesi yang sama dengan kita dan mewujudkan ini,” urainya.
“Ini akan semakin mencerahkan warga Muhamadiyah dan tentunya juga pencerahan bagi bangsa,” pungkasnya.
Dari sekian banyak pemain di film Sang Pencerah, ada tiga yang tidak perlu repot melewati proses casting. Mereka ditunjuk langsung oleh sang sutradara, Hanung Bramantyo.
Pertama, untuk karakter K.H. Ahmad Dahlan diperankan oleh Lukman Sardi. Ke-dua, sosok Kyai Hulu dipercayakan pada aktor gaek Slamet Raharjo. Dan yang terakhir untuk pemeran Nyai Walidah, Hanung menunjuk istrinya sendiri, Zaskia Adya Mecca.
"Lukman itu aktor muda yang punya kualitas sangat bagus. Slamet Raharjo, aktor senior yang masih dicintai oleh masyarakat," jelas Hanung dalam acara Press Junket film Sang Pencerah di FX Senayan, Jakarta Selatan, Rabu (11/8).
Lantas bagaimana dengan Zaskia? Bukan asal pilih, Hanung merasa istrinya itu punya satu poin penting yang dia cari.
"Zaskia ini kan ikon perempuan muslim. Jadi, cukup mewakili," kata Hanung.
Soal anggapan keterlibatan Zaskia yang disebut karena nepotisme, dia menanggapinya dengan santai.
"Ya kalau dia bisa kasih performa yang bagus untuk pekerjaannya kenapa enggak," tukas sutradara Ayat-ayat Cinta itu.
Sinopsis Film Sang Pencerah
Film Sang Pencerah ini mengambil setting di Kota Jogyajakarta pada tahun 1867-1912.
Sepulang dari Mekah, Darwis muda (Ihsan Taroreh) mengubah namanya menjadi Ahmad Dahlan. Seorang pemuda usia 21 tahun yang gelisah atas pelaksanaan syariat Islam yang melenceng ke arah Bid’ah /sesat
Melalui Langgar / Surau nya Ahmad Dahlan (Lukman Sardi) mengawali pergerakan dengan mengubah arah kiblat yang salah di Masjid Besar Kauman yang mengakibatkan kemarahan seorang kyai penjaga tradisi, Kyai Penghulu Kamaludiningrat (Slamet Rahardjo) sehingga surau Ahmad Dahlan dirobohkan karena dianggap mengajarkan aliran sesat. Ahmad Dahlan juga di tuduh sebagai kyai Kafir hanya karena membuka sekolah yang menempatkan muridnya duduk di kursi seperti sekolah modern Belanda.
Ahmad Dahlan juga dituduh sebagai kyai Kejawen hanya karena dekat dengan lingkungan cendekiawan Jawa di Budi Utomo. Tapi tuduhan tersebut tidak membuat pemuda Kauman itu surut. Dengan ditemani isteri tercinta, Siti Walidah (Zaskia Adya Mecca) dan lima murid murid setianya : Sudja (Giring Nidji), Sangidu (Ricky Perdana), Fahrudin (Mario Irwinsyah), Hisyam (Dennis Adishwara) dan Dirjo (Abdurrahman Arif), Ahmad Dahlan membentuk organisasi Muhammadiyah dengan tujuan mendidik umat Islam agar berpikiran maju sesuai dengan perkembangan zaman
Trailer Film Sang Pencerah
Langganan:
Postingan (Atom)





