Minggu, 14 Desember 2014

KASEPUHAN CISUNGSANG

  1. Asal-Usul Kasepuhan Cisungsang


Kampung Cisungsang terletak persis di tepi kawasan Taman Nasional Gunung Halimun-Salak. Terlihat tugu dan papan yang berdiri kokoh yang menandakan bahwa kawasan di Kecamatan Cibeber merupakan kawasan TNGS. Pemandangan sepanjang perjalanan dari Kota Kecamatan Bayah menuju Cisungsang terlihat  masih asri.

Jarak dari ibukota Provinsi Banten, kota Serang menuju  ke Cisungsang sekitar 250 KM, jalan raya -  jika dari Jakarta sekitar 350 KM. Walau jauh dan melelahkan, perjalanan akan terasa menyenangkan karena setelah sampai di wilayah Cikotok kita akan melihat pemandangan yang indah, terlihat anggunnya Gunung Halimun, yang setiap harinya dihiasi oleh awan tebal, walau hari cukup cerah di sekitarnya.

Description: E:\FOTO JANUARI-RISET\01\IMG_5062.JPG

Menjelaskan sejarah Cisungsang, tidak bisa sehari-atau dua hari berada di Kasepuhan Cisungsang. Namun penulis perlu berhari-hari bahkan bertahun-tahun untuk memahami Kasepuhan Cisungsang.  Apih Adeng Jayasasmita, menegaskan pada acara Seren Taun Cisungsang  2013, di bulan September. Beliau berbincang beberapa menit sebelum beranjak membawa bahan-bahan (kemenyan) dalam  iring-iringan upacara adat Seren Taun Cisungsang, “ieu masih katutup, teua acan tiasa di buka, apih ningalina kitu ” Apih Adeng menjelaskan bahwa, cerita Kasepuhan Cisungsang belum dapat diungkapkan se-utuhnya, masih tertutup. Beliau melihat bahwa penelitian di Cisungsang, tidak akan lengkap, karena masih ada yang belum bisa diungkapkan secara terbuka kepada masyarakat umum. Hal ini membuat rasa penasaran penulis, karena Apih Adeng merupakan sesepuh yang merupakan sosok penasehat Kasepuhan Cisungsang, yang dipercaya kepala adat untuk memimpin upacara adat di Kasepuhan Cisungsang.

Kasepuhan Cisungsang bukanalah  padepokan, atau tempat untuk berkumpul atau juga kerajaan yang membuat dinasti berkembang dan beranak pinak. Namun Kasepuhan Cisungsang adalah sebuah amanat dari para leluhur yang diturunkan secara turun-temurun dari silsilah keluarga. Kehidupan masyarakat Cisungsang kini sudah moderen, hanya di komplek rumah kepala adat saja, yang bangunan serta alun-alun berdiri kokoh dengan bahan material bangunan terdiri dari bahan baku yang mayoritas teridir dari kayu, namun juga unsur moderen banyak digunakan dalam bangunan yang kini berdiri dan digunakan oleh Kepala Adat beserta keluarga, yaitu Ema isteri Abah dan ke-tiga anaknya.

          Description: E:\FOTO JANUARI-RISET\01\IMG_5041.JPG


Mengutip tulisan dari Will Barton & Andrew Black, 2005. Pada, dasarnya masyarakat modern hanya memiliki sedikit kemiripan dengan apa yang kita golongkan sebagai masyarakat. Dalam  masyarakat feodal, populasi tersebar secara geografi dan terlepas dari fakta bahwa orang-orang tunduk pada aturan  raja dan tuan tanah feodal, hanya ada sedikit rasa memiliki pada komunitas lebih besar yang akan kita kenali dalam istilah “masyarakat”.[1]
                Peran sentral Kepala Adat di Kasepuhan Cisungsang utamanya adalah dalam hal bercocok tanam dalam pertanian dan pencarian usaha masyarakat yang tergabung dalam komunitas adat kasepuhan Cisungsang. Pertanian di Kasepuhan Cisungsang masih menggunakan cara-cara tradisional. Tidak menggunakan mesin dalam menggarap lahan, namun menggunakan kerbau sebagai alat untuk membajak, memenaen padi dengan menggunakan pisau kecil.
Johan Iskandar Menjelaskan, Dalam beberapa kondisi, system pertanian lading tradisional mempu bertahan secara berkelanjutan. Misalnya, system pertanian yang mamapu beradaptasi dan terintegrasi dengan kondisi local, mendapat dukungan dari ekstraksi sumber-sumber nonpertanian, memiliki sekuriti dalam hal akses terhadap lahan dan sumber daya alam lainnya, serta tidak melampaui daya dukungnya (Geertz, 1963;Conklin, 1969;Harris, 1969;Rappaport, 1971; Ellen, 1975, 1977;Nations & Night, 1980; Dove, 1983; Berkes et all, 1989). Jika persyaratan-persyaratan tadi tidak terpenuhi, sistem pertanian ladang berkelanjutan ini secara umum sulit untuk dipertahankan.[2]
            Dalam Seren Taun Cisungsang, ada  istilah Balik Taun Rendangan, dalam perisitwa ini, kepala adat Kasepuhan Cisungsang, menerima para sesepuh di Kasepuhan Cisungsang atau di sebut Rendangan. Dalam pertemuan singat ini, para Rendangan bertatap muka dan, terjadi komunikasi dua arah antara Abah Usep dengan para Rendangan secara bergiliran. Segala pengalaman hidup, hasil materi yang didapatkan di ceritakan kepada Abah Usep, sebagai pupuhu adat. Peristiwa ini oleh para sesepuh adat di maknakan sebagai proses penyampaina pesan dari masyarakat di komunitas adat kepada Kepala Adat. Istilahnya adalah Nyarita.[3]     

Komplek Kasepuhan Cisungsang
Rumah adat Kasepuhan Cisungsang berada di Desa Cisungsang, Kecamatan Cibeber, terletak di perbukitan – di kaki Gunung Halimun. Rumah kepala adat menghadap ke arah barat. Dan di depannya terdapat lahan kosong berupa halaman yang disediakan untuk kepentingan adat, sepeerti acara Seren Taun. Rumaha adat Kasepuhan Cisungsang memanjang dari arah selatan ke utara.
Rumah  adat Kasepuhan Cisungsang terdiri dari beberapa bagian ruangan yang tersusuan rapi yang terbaut dari bahan yang alami, yang hamper seluruhnya terdiri dari bahan kayu yang berada di sekitar Cisungsang. Bahan bangunan seperti tiang rumah adalah kayu kokoh berukuran besar dari kayu….sedangkan dinding dari anyaman pohon bamboo (awi) yang dianyam menjadi bilik tanpa di pernis. Lantai menggunakan kayu albasiyah yang di serut sedangkan atap dengan bahan dari injuk pohon serabut yang rapat.

Description: E:\FOTO JANUARI-RISET\01\IMG_5039.JPG

Selain rumah terdapat juga Leuit  besar yang berdekatan dengan rumah adat disebut juga leuit si jimat. Leuit ini tempat penyimpanan padi untuk kepentingan kepala adat di Kasepuhan Cisungsang. Leuit ini berisikan pare hasil dari pertanian – masyarakat adat Kasepuhan Cisungsang.

Leuit  memeiliki pintu yang berada di atas seperti jendela untuk penyimpanan padi atau mengeluarkan padi, yang menghadap kea rah utara. Filosofinya “sasadu kudu ka kidul” jika memohon atau menyampaikan sesuatu sebaiknya bicara dahulu ke selatan. Kasepuhan Cisungsang berada di antara gunung-gunung yang mengintari Sangga Buana, yang di anataranya Gunung Halimun.

Gunung-gunung yang terdapat di pegunungan Sangga Buana anatara lain : Gunung Benceut, Gunung Bongkok, Gunung Kelud, Gunung Jaya Sampurna, Gunung Kamuray, Gunung Suren, Gunung Bentang Gading, Gunung ngoyod, Gunung Botol,  Gunung Kasur, Gunung Palasari, gunung Salak, Gunung gagak, Gunung .

Masyarakat Kasepuhan Cisungsang mempercayai dan patuh terhadap aturan adat mengenai istilah gunung larangan dan gunung Titipan atau disebut juga leweung kolot.
Gunung larangan adalah di mana terdapat mata air yang keberadaan gunung tersebut tidak boleh di ganggu atau di gunakan untuk di garap. Gunung larangan terdapat mata air yang tidak boleh di digunakan lingkungannya oleh masyarakat Incu – Putu. Alasannya adalah karena merupakan sumber mata air yang nantinya berguna bagi masyarakat Incu – Putu. Biasanya di sekitar mata air yang terdapat di gunung Larangan terdapat dua pohon langka, yaitu pohon Leles dan Pohon Kondang.


Description: E:\FOTO JANUARI-RISET\01\IMG_5023.JPG


Ke dua pohon itu, menjaga kelestarian air. Keberadan pohon leles dan Kondang kini langka – bahkan di Cisungsang jarang ditemui. Dari Gunung Larangan yang teradap mata air, mengaliri aliran sungai yang  mengalir di sungai Ciburial, Sungai Lebak Dahu, Sungai Lebak Leles, Sungai Palasari, Sungai Cibentang, Sungai Cimencek, Sungai Cisakirin.

Gunung Larangan terdapat di wilayah utara, barat dan timur.

Di wilayah timur terdapat perbukitan yang dilintasi sungai cibiil, sungai cibanteng, sungai cikadu, sungai cisalak. Di wilayah utara terdapat di sunagi citempu, sungai cipari, sungai lebak dahu, sungai cibenjang, sungai cimencele, sungai cibentang, sungai ciseupan.




Di wilayah barat terdapat dua sungai yaitu Cibuha dan sungai Palasari.

Pewaris tempat Kasepuhan di Banten Selatan

1.      Kasepuhan Cisungsang
2.      Kasepuhan Cipta Gelar
3.      Kasepuhan Cicarucub
4.      Kasepuhan Citorek
5.      Kasepuhan Bayah (Kasepuhan Bayh mandiri, atau berdiri sendiri tidak ada ikatan secara lahiriah dengan kasepuhan Cisungsang)

Description: D:\FOTO SEREN TAUN 2011-2012-2013\Foto seren taun from yokii n crew\Seren taun 2011\IMG_0527.JPG

Silsilah Kasepuhan Cisungsang,

Di awali dari cerita yang disampaikan oleh Apih Adeng, diawali ketika membuka Kasepuhan Cisungsang Olot Ruman, lalu Olot Sakrim, dilanjutkan kepada Olot Ipi dan olot Ciing, lalu di pegang oleh Olot Sardani dari Olot Sardani kepada adiknya yaitu Olot Naedi yang bertahan hanya 5 tahun, melalui wangsit Abah Usep yang sedang menempuh pendidikan SMA di Rangkas, di daulat menjadi Kepala Adat sejak tahun 1993.

Kasepuhan Cisungsang, lokasinya berpindah-pindah dari satu lokasi ke lokasi lainnya, di awali di daerah Cipangbeasan. Pertamakalinya pusat rumah adat yang ditempati kepala adat dan keluarga serta kerabat dekat berada di Cisuren sekitar Gunung Lebak Lega. Kala itu kepala adat di pimpin oleh Mbah Sakrim – atau disebut Olot Sakrim yang usianya mencapai 200 tahun.

Description: D:\FOTO SEREN TAUN 2011-2012-2013\Foto seren taun from yokii n crew\Seren taun 2011\IMG_0517.JPG

Kasepuhan Cisungsang menempati rumah adat di Cipangbeasan selama di pimpin Olot Sakrim. Dala perjalanannya rumaha adat Kasepuhan Cisungsang berpindah tempat ke Pasir Jingjing yang lokasinya masih di hutan yang berada di wilayah Cisungsang. DI Pasir Jingjing rumah adat Kasepuhan Cisungsang di bangun oleh ratusan warga kasepuhan Cisungsang, yang datang dari berbagai wilayah yang dilintasi sungai Cisungsang. Sebuah keanehan karena begitu banyaknya yang membantu membersihkan hutan untuk mendirikan rumah adat Kasepuhan Cisungsang, saat itu.

Dari Pasir Jingjing, Kasepuhan Cisungsang berpindah ke pasir Koja, perpindahan tempat di awalai dari wangsit yang diterima oleh kepala Adat, yang saat itu sudah di pimpin oleh Abah Usep Suyatma.  Kasepuhan Cisungsang di Pasir Koja, hingga kini masih tetap berdiri kokoh dan semakin luas.

Tahun 1993 Abah Usep Suyatma mendapatkan wangsit untuk memindahkan lokasi kasepuhan Adat Cisungsang dari Cipangbeasan. Di Awali pertemuan para tokoh rendangan dengan Abah Usep, di antaranya APih Adeng. Apih Adeng Jayasasmita di minta oleh Abah melaksanakan wangsit untuk membawa obor dan pergi ke hutan. Apih Adeng bercerita, saat itu dirinya di temani Apih Adil yang hingga kini masih menjabat Dukun Di Kasepuhan Cisungsang. Apih Adeng langsung menancapkan Obor, ketika obor yang di bawa Apih padam, karena ada yang hembusan angin yang meniup hingga Obor Mati. Apih Adeng memastikan bahwa lokasi rumah adat Kasepuhan berada di Lokasi ketika Obor padam. Setelah di tandai dengan penacapan Obor, Apih Adeng menyebut daerah tersebut dengan nama Pasir Jingjing.

Tidak berlansung lama, sebuah kajaiban saat itu ribuan orang warga kasepuhan Cisungsang datang dari pelbagai penjuru. Mereka membawa peralatan seperti golok, pacul dan peralatan yang di buat oleh Panei, atau pandai besi, membabat wilayah Hutan Pasir Jingjing untuk dijadikan tempat rumah Adat Kasepuhan Cisungsang.

Apih Adeng, menegaskan bahwa rumah adat Kasepuhan Cisungsang selesai di bangun, namun tidak digunakan dalam jangka lama. Dan sempat tidak digunakan.

Description: D:\FOTO SEREN TAUN 2011-2012-2013\Foto seren taun from yokii n crew\PILIHAN\DSC_6527.JPG

Keunikan dan sebiah legenda di Cisungsang dan dipercayai oleh masyarakat adat adalah cerita tentang sungai yang mengalir di sekitar Kasepuhan Cisungsang di Cipangbeasan. Sungai Cipangbeasan berasal dari nama beras, sehingga disebut Cipangbeasan. Menurut cerita Apih Adeng, ketika seorang petani di waktu sore hari akan pulang ke rumah tidak membawa apa-apa setelah bekerja seharian, saat musim paceklik tiba, Petani datang ke Sungai Cipangbeasan , air sungai yang mengalir jernih di siuk atau di ambil untuk di bawa ke rumah dan diserahkan kepada isteri untuk di masak yang ternyata adalah beras. Cerita ini diakui Apih Adeng memang hanya terjadi di Cipangbeasan Kasepuhan Cisungsang, dan terjadi ratusan tahun yang lalu. Karena dewasa ini lahan pertanian semakin banyak dan di Kasepuhan Cisungsang masyarakat telah hidup layak dengan lahan pertanian yang ada. Tanah yang subur menjadikan panen di Kasepuhan Cisungsang dua kali dalam setahun. Dan kini tidak terjadi paceklik. Bahkan dapat dikatakan Leuit atau lumbung padi yang terdapat di rumah-rumah penduduk di Kasepuhan Cisungsang setiap tahunnya masih terisi dan tidak pernah kosong. Karena keunikan di Kasepuhan Cisungsang semua hasil panen baik Padi atau beras tidak diperjualbelikan kepada orang lain. Hanya dikonsumsi keluarga saja.


[1] Will Barton & Andrew Black, 2005, Bersiap Mempelajari Kajian Komunikasi, Jalansutra.
[2]Johan Iskandar, Manusia dan Ekologi,  2001, Humaniora Utama Press
[3] Nyarita, dalam bahasa Indonesia, adalah menceritakan, menurut Apih Adeng,  para Rendangan diperbolehkan menceritakan hal-hal terpenting saja dalam  peristiwa Balik Taun Rendangan, isi ceritanya berupa  kebahagiaan, tentang melimpahnya hasil panen, niat untuk membuka usaha perdagangan, dan rencana di tahun  mendatang agar direstui dan diberikan Do’a oleh sang kepala adat. (Wawancara dengan Apih Adeng Jayasasmita).

Senin, 03 Januari 2011

Konglomerasi Media, Regulasi di Indonesia



Kebijakan Sistem Komunikasi di Indonesia, Regulasi dan Implementasi
Konglomerasi Media, Regulasi di Indonesia

                Konglomerasi Media di Indonesia sudah tidak bisa dipungkuri lagi, secara nyata bos-bos di dunia usaha menguasai industri media, yang merupakan industri baru di Indonesia. Terjadi sangat cepat perkembangan bisnis media ini sehingga sudah tidak mudah lagi dikontrol lagi dalam percaturan persaingannya. Tidak hanya terjadi persaingan bisnis dalam negeri namun juga jaringan bisnis media internasional yang mulai memasuki wilayah media nasional.
            Sejak terjadinya Reformasi  1998, terjadi euphoria besar-besaran dalam bisnis media massa, baik cetak maupun elektronik.    Namun hal ini berdampak buruk, pada perkembangan media di Indonesia. Media hanya dijadikan sebagai alat untuk mencari keuntungan sesaat. Media baru bermunculan dari yang sangat kecil dalam segi perusahaan maupun redaksi, menengah hingga besar. Namun faktanya banyak yang berguguran, sebelum berkembang. Data Dewan pers tahun 2006 yang menyebutkan bahwa dari  851 media  yang terbit di Indonesia, terdiri dari 284 surat kabar harian,  327 surat kabar mingguan,  237 majalah, 3 buletin, hanya sekitar 30% yang sehat. 1
            Bisnis media cetak dikelola secara tidak professional. Bahkan bisa dikatakan bahwa industri media bejalan tidak sehat. Dengan banyakanya media yang gulung tikar. Dalam hal ini terbit hanya beberapa edisi saja, seperti tabloid mingguan misalnya. Tahun 2001, sebuah ilustrasi kongrit. Penulis pernah bekerja di media baru di yang bernama Moderator, media tersebut berkantor di Jakarta Utara, tepatnya di Jalan Siaga – Tanjung Priok. Ironis sekali, karena hanya terbit 11 edisi saja dalam tiga bulan karena bulan keempat media tersebut sudah tidak mampu lagi membiayai gaji jurnalis dan biaya percetakan. Masalah terjadi pada perusahaan yang tidak siap dengan permodalan. Dan dalam perjalanannya iklan di Tabloid mingguan moderator tidak kunjung datang atau terpasang.
            Namun di sisi lain usaha bisnis media yang dikelola oleh kelompok konglomerasi semakin menjadi dan tumbuh besar, suatu contoh gruyp MNC, Media Nusantara Cipta, kini memiliki tiga stasiun televisi nasional, RCTI, Global TV, MNC TV, jaringan televisi kabel, juga Koran Seputar Indonesia, dan Jaringan Radio di berbagai daerah di Indonesia. Belum lagi stasiun televisi lokal yang berjaringan dengan grup ini. Di media cetak tidak bisa dipungkuri grup Jawa Pos dan Grup Kompas Gramedia menguasai pangsa pasar terbesar media cetak di Indonesia.
            Ini fakta bahwa di Indonesia terjadi konglomerasi media yang besar-besaran, ilsutrasi lain di media televise juga adalah munculnya grup PARA, yang memulai bisnisnya di Media Televisi, Trans Corporation dengan Trans TV-nya. Namun saat ini telah memiliki TRANS 7, hasil pembelian dari Grup KOMPAS Gramedia.  Terakhir adalah Bakrie grup yang memulai bisnis media di tanah Lampung, ANTV didirikan di Bandar Lampung pada tanggal 1 Januari 1993. Kini telah memiliki TV One, hasil membeli dari pengusaha Abdul Latif, TV tersebut seblumnya, bernama Lativi mirip nama si empunya terdahulu.
            Media yang memiliki grup berbeda seperti MNC grup juga terjadi di Staisun Televisi Metro TV dan Media Indonesia. Dimiliki Surya Paloh, yang kini mulai mendirikan organisasi sosial kemasyarakatan Nasional Demokrat.
            Konglomerasi media tidak hanya terjadi di Indonesia rupanya namun di berbagai belahan bumi di dunia, Bag Bagnikian, yang dikenal sebagai “salah satu suara paling disegani dalam dunia jurnalisme dewasa ini,“ mengatakan bahwa perusahaan raksasa sekarang sangat berorientasi pada profit. Dia mengatakan strategi perusahaan mereka sering kali mengorbankan mutu isi dan mutu pelayanan untuk menaikan profit. Bagdikian memberi data yang menyedihkan tentang konglomerasi dalam bukunya yang berjudul The New Media Monopoly.
             Dalam buku Teori Komunikasi Massa, John Vivian 2008. Menulis, Rupert Murdoch sebagai Raja Media.  Banyak orang benci raja media Rupert Murdoch. Walaupun News Corp miliknya hanya salah satu dari sekian banyak perusahaan perusahaan medianya yang mencaplok outlet media lainnya, nama Murdoch telah menjadi sinonim dengan kekuasaan media. Media eksekutif CBS Howard Stringer menjulukinya sebagai “pemimpin era komunikasi Napoleonik baru.”  Para pengkritik mengkalim bahwa penekanannya pada profit korporat telah mengubah landasan media, dan pesaingnya harus berjuang keras menghadapinya.
Keluarga Murdoch menguasai 30 persen saham News Corp senilai 12$ miliar pada 2003. Dinasti Murdoch dimulai dengan Koran Autralia yang didirikan ayah Murdoch, yang mewariskan bisninya ke putranya, pada 1952. Rupert Murdoch, yang hini berusia 77 tahun, sedang melatih anak-anaknya untuk menggantikan dirinya.
            Murdoch mulai mengakuisisi beberapa Koran Inggris dan kemudian beberapa Koran Amerika. Dia memebeli perusahaan penerbit buku Harper & Row, yang kemudian dia sesuaikan dengan kepentingan penerbitannya di Inggris. Agar bisa memiliki stasiun televisi di AS, dia menjadi warga Negara Amerika Serikat. Karenanya pada 80-an, walau sebelumnya orang tak percaya, namun kenyataannya dia bisa mendirikan Fox sebagai jaringan televisi AS yag keempat. Dia lalu meguasai studio film dan televisi 20th Century Fox. Dia membeli perusahaan induk TV Guide. Dia mendirikan televisi satelit Sky and Star TV di Inggris dan Asia. Dua pertiga populasi dunia  3 miliar orang-menonton siaran StarTV, yang menampilkan program acara yang dibuat atau dibeli oleh perusahaan Murdoch. Pada 2003 dia menguasai DirecTV, televisi satelit utama di AS.( Vivian, 2008 : 30).
            Ilustrasi di atas, membuat Ben Bagdikian mengatakan bahwa konglomerasi mempengaruhi diversitas pesan yang diberikan media massa. Berbicara di Madison Institute, Bagdikian menggambarkan  konglomerasi dalam nada yang muram : “Mereka berusaha menguasai atau mendominasi pasar bukan hanya untuk satu medium tetapi semua media. Tujuannya adalah mengontrol semua proses dari naskah awal atau serial baru sampai ke penggunanya dalam beragam bentuk.   
            Di Indonesia, seyogyanya tidak  terjadi knglomerasi, jika pemerintah tegas dalam menindak bisnis monopoli media. Dan tegas terhadap pelaku bisnis media. Karena keberagaman isi siaran atau isi pesan dapat terlaksana dengan baik. Keberagaman konten dalam media televisi dan radio atau pesan lainnya  di media cetak kini yang dibutuhkan masyarakat tentunya dengan pendekatan kearipan lokal.

Regulasi Penyiaran
Media di Indonesia yeng berkembang pesat adalah media penyiaran, selain media cetak. Bisnis media penyiaran televisi dan radio di meriahkan oleh pengusaha besar di Indonesia yang sangat berpengaruh. Namun berbeda di daerah, televisi lokal kini bermunculan dan dimiliki bukan oleh pengusaha media besar dari Jakarta, namun pengusaha lokal bahkan pemerintah daerah. Muhamad Mufid, dalam bukunya Komunikasi dan Regulasi Penyiaran menuliskan, Setidaknya ada tiga  mengapa regulasi penyiaran di pandang urgent. Pertama dalam iklim demokrasi kekinian, salah satu urgensi yang mendasari penyusunan regulasi penyiaran adalah hak asasi manusia tentang kebebasan berbicara (freedom of speech), yang menjamin kebebasan sesorang untuk memperoleh dan menyebarkan pendapatnya tanpa adanya intervensi, bahkan dari pemerintah. Namun pada saat yang bersamaan, juga berlaku Undang-undang Telekomunikasi yag membatasi aktivitas penggunaan spectrum gelombang radio (Leen d’Haenens, 2000:24-26). Nilai demokrasi karenanya menghendaki kriteria yang jelas dan fair tetag pengaturan alokasi akses media.
            Kedua, demokrasi menghendaki adanya “sesuatu” yang menjamin keberagaman (diversity) politik dan kebudayaan, dengan menjamin kebebasan ide dan posisi dari kelompoknya minoriotas. Hal ini adalah adanya hak privasi (right to privacy) seseorqang untuk tidak menerima informasi tertentu. Dalam batas tertentu, kebebasan untuk menyampaikan informasi (freedom of information) memang dibatasi oleh hak privasi seseorang (right to privacy). Yang perlu digaris bawahi  dalam hal ini, sebagaimana diungkapkan Feintuck (1999 : 43), adalah limitasi keberagaman (diversity) sendiri seperti kekerasan dan pornografi merupakan hal yang tetap tidak dapat dieksploitasi atas nama keberagaman. Dalam perkembngannya aspek diversity, lebih banyak diafiliasikan sebagai aspek politik dan ekonomi dalam konteks ideology suatu bangsa. (Mufid 2007 : 68).

Sumber Bacaan :
Mufid Muhamad, Komunikasi & Regulasi Penyiaran, Kencana : 2007, Jakarta.
Vivian John, Teori Komunikasi Massa, Penerjemah Tri Wibowo B.S. Edisi Kedelapan, Kencana : 2008, Jakarta,




Sabtu, 20 November 2010

Komunikasi Politik



Kontruksi Realitas Politik dalam Media Massa : Sebuah Studi Critical Discourse Analysis terhadap Berita-berita Politik. 2004 Granit, Jakarta. Menulis, pada BAB I , Media Massa dan Kontruksi Realitas Politik, oleh Hamad, Ibnu, Sebuah Kearngka Teori. Peristiwa politik selalu menarik perhatian media massa sebagai bahan liputan. Hal ini terjadi karena dua factor yang saling berkaitan. Pertaman dewasa ini politik berada di era mediasi (politic in the age mediation) yakni media massa, sehingga hamper mustahil kehidupan politik dipisahkan dari media massa. Malahan para actor politik senantiasa berusaha menarik perhatian wartawan agar aktivitas politiknya memperoleh liputan dari media massa. (hal 1)

McNair, Brian. Dalam bukunya An Introduction to Ploitical Communication (London, Routledge, 1995), bab 1 hlm. 2-15, mentyatakan bahwa era mediasi tersebut, fungsi media massa dalam komunikasi politik bias menjadi penyampai (transmitter) pesan-pesan politik dari pihjak-pihak luar dirinya ; sekaligus menjadio pengirim (senders) pesan politik yang dibuat (constructed) oleh para wartawannya kepada audiens. Jadi, bagi para actor politik, media massa dipakai untuk menyampaikan pesan-pesan politik mereka kepada khalayak ; sementara untuk para wartawan media massa adalah untuk memperoduksi pesan-pesan politik, karena peristiwa-peristiwa politik.

Liputan politik juga cenderung lebih rumit ketimbang reportase bidang kehidupoan lainnya. Pada satu pihak, liputan politik memiliki dimensi pembentukan opini mpublik (public opinion), baik yang diharapkan oleh politisi maupaun para wartawan. Pra actor politik menginginkan public ikut terlibat dalam pembicaraan dan tindakan politik melalui tindakan politik melalui pesan politik yang disampaikannya dalam komunikasi politik, aspek pembentukan opini ini memang memiliki tujuan utama, karena hal ini akan mempengaruhipencapaian-pencapaian politik para actor politik.

Dalam kerangka pembentukan opini public ini, media massa umumnya melakukan tiga kegiatan sekaligus. Pertama, menggunakan symbol-simbol politik (language politic), kedua, melaksanakan strategi pengemasan pesan (framing strategies), Ketiga, melakukan fungsi agenda setting media ( Agenda setting function). Takala melakukan tiga tindakan itu, boleh jadi sebuah media dipengaruhi oleh berbagai factor internal berupa kebijakan redaksional tertentu mengenai suatu kekuatan politik, kepentinganm politik para pengelola media, relasi media dengan sebuah kekuatan politik tertentu, dan factor eksternal seperti tekanan pasar pembaca atau pemirsa, system politik yang berlaku dan kekuatan-kekuatan luar lainnya. Dengan demikian, boleh jadi peristiwa politik bias menimbulkan opini public yang berbeda-beda tergantung dari cara masing-masing media melaksanakan tiga tindakan tersebut. (hal 2-3).

Politik itu memiliki nilai berita. Yang terakhir ini sejalan dengan pandangan Nimmo, Dan, dalam bukunya Political Communication and Public Opinion in Amerika. (Santa Monica, California : Goodyear Publishing, 1978). Hlm. 185-187, yang menyatakan bahwa peristiwa-peristiwa politik itu selalu laik berita. Nimmo membagi peristiwa politik ke dalam empat jenis : peristiwa rutin, incidental, skandal, dan tanpa disengaja. Keempatnya selalu bias menjadi bahan berita yang menarik. Sebab, sebuah peristiwa rutin bias melibatkan actor politik terkenal sehingga bias dijadikan berita : peristiwa tiba-tiba (incidental) seperti kecelakaan yang menimpa seorang actor politik juga akan menjadi berita. Demikian pula skandal yang dilakukan seorang actor politik merupakan berita hangat. Para wartawan juga sering mendapatkan informsi politik yang tak disengaja, antara lain karena disamarkan oleh actor politik sebagai sumber, yang justru kemudian menjadi berita besar.

Dalam kaitan ini penulis mengikuti pendapat Nimmo, ibid., Bab I hlm. 1-20, yang menjadi titik pandang seluruh bukunya itu. Ia berpendapat tujuan komunikasi politik adalah pembentukan pendapat umum. Dengan meminjam formula Lasswell, “siapa mengatakan apa melalui saluran effects ?) Nimmo menjelaskan hubungan antara komunikasi politik dan opini public. Elemen who (siapa) dalam model itu adalah komunikator politik : says what (mengatakan apa) adalah pesan politik ysng memakai symbol-simbol politik : in which chaneel (saluran) adalah media yangh salah satunya adalah media massa ; two whom (kepada siapa) adalah khalayak atau publik : dan with what effect (akibat apa) adalah dampak dari komunikasi politik berupa opini public. Selanjutnya dampak dari public opini ini adalah mempengharuhi sosialisasi dan partisipasi politik, pemberian suara dan kebijakan pejabat dalam mengambil keputusan.


Di pihak lain, kegitan di bidang media massa dewasa ini termasuk di Indonesia telah menjadi indutri. Dengan masuknya unsure capital, media massa mau tak mau harus memikirkan pasar demi memperoleh keuntungan (revenue) baik dari penjualan maupun dari iklan. Talk terkecuali dalam menyajikan peristiwa politik, karena pengaruh modal ini media massa akan lebih memperhatikan kepuasan khalayak (pelanggan dan pengiklan) sebagian pasar mereka dalam mengkonsumsi berita-berita politik. Padahal, public dalam komunikasi politik khususnya din Indonesia secara umum memiliki keterikatan secara ideologis. (Ideologis laden) dengan partai-partai politik atas dasar agama, nasionalisme, ataupun kerakyatan (sosialisme). Keadaan demikian dengan sangat mudah dapat kita amati terutama pada masa Pemilu, saat setiap warga Negara memperlihatkan orientasi politiknya masing-masing. 



Aspe Komunikasi Politik
Masa Orba
Masa Reformasi (1999)
Komunikator Politik
Didominasi oleh sumber-sumber resmi dari kalangan pejabat pemerintah dan aparat (tentara)
Menyebar ke sumber-sumber dari semua kekuatan politik seperti partai, LSM, dan aktivis.
Pesan Politik
Dari segi isu cenderung seragam. Orientasinya tunggal, menekankan consensus. Bermain dalam bahasa eufimisme. Ada usaha secara sistematis mendelegitimasi kekuatan selain Orde Baru . Di luar orde baru adalah musuh.
Isunya beragam dengan orientasi multiarah memperlihatkan perbedaan. Menggunakan bahasa yang lebih terus terang. Bahkan sering vulgar. Cenderung mendelegitimasi Orba sebagai musuh.
Media
Komunikasi
Politik
Media massa di bawah control penguasa Orba. Dalam liputan kampanye Golkar harus mendapatkan porsi lebih besar.
Media bebas menentukan pilihan politiknya. Pada sebagian Koran terjadi pemihakan (partisan) kepada salah satu kekuatan politik.
Khalayak
Komunikasi
Politik
Massa yang “apotis” kesadaran Ideologis dalam keadaan tertekan.
Massa dan sangat politis. Fanatisme pada salah satu partai dengan kesadaran ideologis yang tinggi.

Efek Komunikasi
Politik
Pemerintah adalah pihak yang harus selalu dianggap benar.
Setiap kelompok politik mendapat apresiasi sesuai kekauatan politiknya.

Dalam bukunya Marketing Politik – Antara Pemahaman dan Realitas, yang diterbitkan Yayasan Obor Indonesia, 2008 Jakarta. Firmanzah Ph.D menuliskan Metode Komunikasi Politik, adalah Perubahan dalam masyarakat local ,maupu  global juga memberikan implikasi terhadap cara melaksanakan komunikasi politik. Dengan semakin hilangnya system tertutup, otoriter dan refresif, semakin terbuka pula ruang-ruang kebebasan untuk berekpresi.  Media juga diiming-iming atas konsesi tertentu apabila mau mendukung pihak yang berkuasa. Namun, dengan semakin globalnya jaringan-jaringan kelompok-kelompok masyarakat dunia, perilaku aliansi media massa local untuk menjadi pihak yang objektif dan tidak memihak dapat direduksi semaksimal mungkin. Tekanan global terhadap media massa local untuk menjadi pihak yang objektif dan tidak memihak pastilah sedikit banyak dapat mencegah perilaku kolusif ini. Ketika ditemukan kasus kolusif, hal tersebut akan menjadi komunitas politik bagi oposisi untuk mendeskriditkan partai lawan yang telah melakukan kolusi itu.

Kolusi tersebut akan dapat merusak kredibilitas media massa di mata masyarakat. Bagi media massa, hal yang paling dijaga adalah krdibilitas informasi yang diberitakan. Kalau semua orang menanyakan ke-absahan berita yang ditampilkan, hal ini akan menggangu bisnis media massa itu sendiri. Artinya, kehancuran ada di depan mata. Sekali masyarakat tak percaya padanya, sebuah media massa tidak akan bangkit kembali. Tak ada ampun baginya. Selesai. Hal. 83

Kamis, 18 November 2010

Psikologi Komunikasi


Charactersitics of Relationships


1. There is strong mutual concern (caring) for the other’s personal growth.

            Kecenderungan untuk bertingkah laku sesuai dengan konsep diri disebut sebagai nu-buat yang dipenuhi sendiri. Bila anda berfikir Andi orang bodoh, anda akan benar-benar menjadi orang bodoh. Biula anda merasa memiliki kemampuan untuk mengatasi persoalan, maka persoalan apa pun yang Anda hadapai pada akhrinya dapat Anda atasi. ANda berusaha hidup sesuai dengan label yang anda letakan pada diri anda. Hubungan konsep diri dengan perilaku, mungkin dapat disimpulkan dengan ucapan para penganjur berfikir positif : You don’t think what you are, you are what you think.


2. There is Consistent agreement on intellectual matters.

Orang-orang yang memiliki kesamaan dalam nilai-nilai, sikap, keyakinan, tingkat sosioekonomis, agama, ideologis, cenderung saling menyukai. Menurut teori Cognitive Consistency dari Fritz Heider, manusia selalau berusaha mencapai konsistensi dalam sikap dan perilakunya. Kita cenderung menyukai orang, kita ingin mereka memilih sikap yang sama dengan kita, dan jika kiat menyukai orang, kita ingin mereka memilih sikap yang sama dengan kita. Kita ingin memiliki sikap yang sama dengan orang yang kita sukai, supaya seluruh unsure kognitif kita konsisten.

3. There is strong mutual commitment to the potential of the relationship.

Hubungan interpersonal tidaklah bersifat statis, tetapi selalu berubah. Untuk memlihara dan memperteguh hubungan interpersonal, perubahan memerlukan tindakan-tindakantertentu untuk mengembalikan keseimbangan (equilibrium). Ada empat factor yang amat penting dalam memlihara keseimbangan ini : keakraban, control, respons yang tepat, dan nada emosional yang tepat.

Kekaraban merupakan pemenuhan kebutuhan akan kasih saying Hubungan Interpersonal akanterpelihara apabiula kedua belah pihak sepakat tentang tingkat keakraban yang diperlukan. Faktor yang kedua adalah kesepakatan tentang siapa yang akan mengontrol siapa. Faktor yang ketiga, adalah ketepatan respons ; artinya, rspon A haruis di ikuti Respon B yang sesuai.

Konfirmasi

1)      Pengakuan LAngsung
2)      Perasaan Positif
3)      Responss Meminta Keterangan
4)      Respons Setuju
5)      Respons Suportif

Diskonfirmasi

1)      Respons Sekilas (Tangenial Response)
2)      Response Impersonal (Impersonal Response)
3)      Response Kosong (Impervious Response)
4)      Response yang tidak relevan (Irrelevant Response)
5)      Respon Interupsi (Interrupting Response)
6)      Response Rancu (Incorect Response)
7)      Response Kontradiktif (Incongruous Response)


4. They have a reciprocal feeling for each other
           
1)      Karakteristik dan maksud orang lain. Orang akan menaruh kepercayaan kepada seorang yang dianggap memiliki kemamampuan, ketremapilan, atau pengalaman dalam bidang tertentu. Contoh : Kita percaya kepada Dokter.
2)      Hubungan Kekuasaan. Percaya  tumbuh apabila orang-orang mempunyai kekuasaan terhadap orang lain. Bila saya tahu bahwa Anda akan patuh dan tunduk kepada saya, saya akan mempercayai anda.
3)      Sifatnya dan Kualitas Komunikasi. Bila komunikasi bersifat terbuka, bila maksud dan tujuan sudah jelas, bila ekspektasi sudah dinyatakan, maka akan tumbuh sikap percaya.


5. They can spend a majority of their time together.           

Dalam komunikasi interpersonal, kita bias berlama-lama bertukar pengelaman salaing mengenal karena kita menruh keprcayaan yang tinggi pada lawan bicara kita. Hubungan semakin akrab terjalin karena saling memiliki keprcayaan dan keretbukaan dalam berkomunikasi.

6. There is a mutual depth of sharing of their experiences
Ada kedalaman saling berbagi pengalaman mereka

Sikap percaya berkembang apabila setiap komunikan menganggap komunikan lainnya berslaku jujur. Tentu sikap ini dibentuk berdasarkan pengalaman kita dengan komunikan. Karena itu sikap percaya berubah-ubah tergantung kepada komunikan yang dihadapi.  Selain pengalaman, ada tiga factor utama yang dapat menumbukan  sikap percaya atau mengembangkan komunikasi yang didasarkan pada sikap saling percaya : menerima, empati dan kejujuran.

7. They consider each other as significan others
                                                                                                  
Pembukaan diri atau Self-Disclousure adalah mengungkapkan rekasi atau tanggapan kita terhadap situasi yang sedang kita hadapi serta memberikan informasi tentang masa lalu yang relevan atau berguna untuk memhami tanggapan kita di masa kini tersebut. (Johnson, 1982), dalam Komunikasi Interpersonal Karya Dr. A. Supratiknya.

Sikap Terbuka (open-mindedness) amat besar pengaruhnya dalam menumbuhkan komunikasi interpersonal yang efektif. Lawan dari sikap terbuka adalah dogmatisme, sehingga untuk memhami sikap terbuka, kita harus mengidentifikasikan lebih dahulu karakteristik orang dogmatis.


                                     
8. There is openness and honesty in all their communication.
Ada keterbukaan dan kejujuran dalam semua komunikasi mereka

Kejujuran adalah factor ketiga yang menumbuhkan sikap percaya. Menerima empati mungkin saja dipersepsi salah oleh orang lain. Sikap menerima kita dapat ditanggapi sebagai sikap tak acuh, dingin dan tidak bersahabat ; empati dapat ditanggapi sebagai pura-pura. Supaya ditanggapi sebenarnya,kita harus jujur mengungkapkan diri kita kepada orang lain. Kita harus banyak menghindari melakukan “penopengan” atau “pemngelolaan kesan” Kita tidak menaruh kepercayaan kepada orang-orang yang sering menyembunyikan pikiran dan pendapat-pendapatnya. . Kita menaruh kepercayaan kepada orang terbuka, atau tidak mempunyai pretense yang dibuat-buat.

9. They are Willing to bear the other’s burdens in life

Dalam hubungan yang akrab, memunginkan bana hidup di bagi dengan cara mencurahkan isi hati, terlebih curahan isi hati disampaikan kepada orang yang dipercyai. Dalam hubungan antar pribadi sikap saling percaya terjadi dan membagi beban hidup terjadi tanpa paksaan.

10. They Enjoy high, mutual sexual satisfaction


Komunikasi Interpersonal dalam keluarga terdekat seperti hubungan suami iitri dalam berumah tangga dapat menumbuhkan semangat berhubungan seks yang tinggi, dan pada akhirnya mandapatkan kepuasan seksual dalam kehidupan berumah tangga. Komunikasi interpersonal salah satunya menjadi alat untuk mencapai kepuasan tersebut.


Sumber Bacaan :        

Rakhmat Jalaludin, Psikologi Komunikasi, Rosda, bandung 2009.

Supratiknya, Komunikasi Antarpribadi , Tinjauan Psikologis. Kanisius Yogyakarta, 2007.

Sabtu, 09 Oktober 2010

Juara Harapan Lomba Foto Bandung Airshow

"BASAH SEMUA"
Juara Harapan Lomba Foto Bandung Airshow 2010 Foto : Yoki Yusanto/Kamera Canon 500D/  Lensa 18-55]