Senin, 03 Januari 2011

Konglomerasi Media, Regulasi di Indonesia



Kebijakan Sistem Komunikasi di Indonesia, Regulasi dan Implementasi
Konglomerasi Media, Regulasi di Indonesia

                Konglomerasi Media di Indonesia sudah tidak bisa dipungkuri lagi, secara nyata bos-bos di dunia usaha menguasai industri media, yang merupakan industri baru di Indonesia. Terjadi sangat cepat perkembangan bisnis media ini sehingga sudah tidak mudah lagi dikontrol lagi dalam percaturan persaingannya. Tidak hanya terjadi persaingan bisnis dalam negeri namun juga jaringan bisnis media internasional yang mulai memasuki wilayah media nasional.
            Sejak terjadinya Reformasi  1998, terjadi euphoria besar-besaran dalam bisnis media massa, baik cetak maupun elektronik.    Namun hal ini berdampak buruk, pada perkembangan media di Indonesia. Media hanya dijadikan sebagai alat untuk mencari keuntungan sesaat. Media baru bermunculan dari yang sangat kecil dalam segi perusahaan maupun redaksi, menengah hingga besar. Namun faktanya banyak yang berguguran, sebelum berkembang. Data Dewan pers tahun 2006 yang menyebutkan bahwa dari  851 media  yang terbit di Indonesia, terdiri dari 284 surat kabar harian,  327 surat kabar mingguan,  237 majalah, 3 buletin, hanya sekitar 30% yang sehat. 1
            Bisnis media cetak dikelola secara tidak professional. Bahkan bisa dikatakan bahwa industri media bejalan tidak sehat. Dengan banyakanya media yang gulung tikar. Dalam hal ini terbit hanya beberapa edisi saja, seperti tabloid mingguan misalnya. Tahun 2001, sebuah ilustrasi kongrit. Penulis pernah bekerja di media baru di yang bernama Moderator, media tersebut berkantor di Jakarta Utara, tepatnya di Jalan Siaga – Tanjung Priok. Ironis sekali, karena hanya terbit 11 edisi saja dalam tiga bulan karena bulan keempat media tersebut sudah tidak mampu lagi membiayai gaji jurnalis dan biaya percetakan. Masalah terjadi pada perusahaan yang tidak siap dengan permodalan. Dan dalam perjalanannya iklan di Tabloid mingguan moderator tidak kunjung datang atau terpasang.
            Namun di sisi lain usaha bisnis media yang dikelola oleh kelompok konglomerasi semakin menjadi dan tumbuh besar, suatu contoh gruyp MNC, Media Nusantara Cipta, kini memiliki tiga stasiun televisi nasional, RCTI, Global TV, MNC TV, jaringan televisi kabel, juga Koran Seputar Indonesia, dan Jaringan Radio di berbagai daerah di Indonesia. Belum lagi stasiun televisi lokal yang berjaringan dengan grup ini. Di media cetak tidak bisa dipungkuri grup Jawa Pos dan Grup Kompas Gramedia menguasai pangsa pasar terbesar media cetak di Indonesia.
            Ini fakta bahwa di Indonesia terjadi konglomerasi media yang besar-besaran, ilsutrasi lain di media televise juga adalah munculnya grup PARA, yang memulai bisnisnya di Media Televisi, Trans Corporation dengan Trans TV-nya. Namun saat ini telah memiliki TRANS 7, hasil pembelian dari Grup KOMPAS Gramedia.  Terakhir adalah Bakrie grup yang memulai bisnis media di tanah Lampung, ANTV didirikan di Bandar Lampung pada tanggal 1 Januari 1993. Kini telah memiliki TV One, hasil membeli dari pengusaha Abdul Latif, TV tersebut seblumnya, bernama Lativi mirip nama si empunya terdahulu.
            Media yang memiliki grup berbeda seperti MNC grup juga terjadi di Staisun Televisi Metro TV dan Media Indonesia. Dimiliki Surya Paloh, yang kini mulai mendirikan organisasi sosial kemasyarakatan Nasional Demokrat.
            Konglomerasi media tidak hanya terjadi di Indonesia rupanya namun di berbagai belahan bumi di dunia, Bag Bagnikian, yang dikenal sebagai “salah satu suara paling disegani dalam dunia jurnalisme dewasa ini,“ mengatakan bahwa perusahaan raksasa sekarang sangat berorientasi pada profit. Dia mengatakan strategi perusahaan mereka sering kali mengorbankan mutu isi dan mutu pelayanan untuk menaikan profit. Bagdikian memberi data yang menyedihkan tentang konglomerasi dalam bukunya yang berjudul The New Media Monopoly.
             Dalam buku Teori Komunikasi Massa, John Vivian 2008. Menulis, Rupert Murdoch sebagai Raja Media.  Banyak orang benci raja media Rupert Murdoch. Walaupun News Corp miliknya hanya salah satu dari sekian banyak perusahaan perusahaan medianya yang mencaplok outlet media lainnya, nama Murdoch telah menjadi sinonim dengan kekuasaan media. Media eksekutif CBS Howard Stringer menjulukinya sebagai “pemimpin era komunikasi Napoleonik baru.”  Para pengkritik mengkalim bahwa penekanannya pada profit korporat telah mengubah landasan media, dan pesaingnya harus berjuang keras menghadapinya.
Keluarga Murdoch menguasai 30 persen saham News Corp senilai 12$ miliar pada 2003. Dinasti Murdoch dimulai dengan Koran Autralia yang didirikan ayah Murdoch, yang mewariskan bisninya ke putranya, pada 1952. Rupert Murdoch, yang hini berusia 77 tahun, sedang melatih anak-anaknya untuk menggantikan dirinya.
            Murdoch mulai mengakuisisi beberapa Koran Inggris dan kemudian beberapa Koran Amerika. Dia memebeli perusahaan penerbit buku Harper & Row, yang kemudian dia sesuaikan dengan kepentingan penerbitannya di Inggris. Agar bisa memiliki stasiun televisi di AS, dia menjadi warga Negara Amerika Serikat. Karenanya pada 80-an, walau sebelumnya orang tak percaya, namun kenyataannya dia bisa mendirikan Fox sebagai jaringan televisi AS yag keempat. Dia lalu meguasai studio film dan televisi 20th Century Fox. Dia membeli perusahaan induk TV Guide. Dia mendirikan televisi satelit Sky and Star TV di Inggris dan Asia. Dua pertiga populasi dunia  3 miliar orang-menonton siaran StarTV, yang menampilkan program acara yang dibuat atau dibeli oleh perusahaan Murdoch. Pada 2003 dia menguasai DirecTV, televisi satelit utama di AS.( Vivian, 2008 : 30).
            Ilustrasi di atas, membuat Ben Bagdikian mengatakan bahwa konglomerasi mempengaruhi diversitas pesan yang diberikan media massa. Berbicara di Madison Institute, Bagdikian menggambarkan  konglomerasi dalam nada yang muram : “Mereka berusaha menguasai atau mendominasi pasar bukan hanya untuk satu medium tetapi semua media. Tujuannya adalah mengontrol semua proses dari naskah awal atau serial baru sampai ke penggunanya dalam beragam bentuk.   
            Di Indonesia, seyogyanya tidak  terjadi knglomerasi, jika pemerintah tegas dalam menindak bisnis monopoli media. Dan tegas terhadap pelaku bisnis media. Karena keberagaman isi siaran atau isi pesan dapat terlaksana dengan baik. Keberagaman konten dalam media televisi dan radio atau pesan lainnya  di media cetak kini yang dibutuhkan masyarakat tentunya dengan pendekatan kearipan lokal.

Regulasi Penyiaran
Media di Indonesia yeng berkembang pesat adalah media penyiaran, selain media cetak. Bisnis media penyiaran televisi dan radio di meriahkan oleh pengusaha besar di Indonesia yang sangat berpengaruh. Namun berbeda di daerah, televisi lokal kini bermunculan dan dimiliki bukan oleh pengusaha media besar dari Jakarta, namun pengusaha lokal bahkan pemerintah daerah. Muhamad Mufid, dalam bukunya Komunikasi dan Regulasi Penyiaran menuliskan, Setidaknya ada tiga  mengapa regulasi penyiaran di pandang urgent. Pertama dalam iklim demokrasi kekinian, salah satu urgensi yang mendasari penyusunan regulasi penyiaran adalah hak asasi manusia tentang kebebasan berbicara (freedom of speech), yang menjamin kebebasan sesorang untuk memperoleh dan menyebarkan pendapatnya tanpa adanya intervensi, bahkan dari pemerintah. Namun pada saat yang bersamaan, juga berlaku Undang-undang Telekomunikasi yag membatasi aktivitas penggunaan spectrum gelombang radio (Leen d’Haenens, 2000:24-26). Nilai demokrasi karenanya menghendaki kriteria yang jelas dan fair tetag pengaturan alokasi akses media.
            Kedua, demokrasi menghendaki adanya “sesuatu” yang menjamin keberagaman (diversity) politik dan kebudayaan, dengan menjamin kebebasan ide dan posisi dari kelompoknya minoriotas. Hal ini adalah adanya hak privasi (right to privacy) seseorqang untuk tidak menerima informasi tertentu. Dalam batas tertentu, kebebasan untuk menyampaikan informasi (freedom of information) memang dibatasi oleh hak privasi seseorang (right to privacy). Yang perlu digaris bawahi  dalam hal ini, sebagaimana diungkapkan Feintuck (1999 : 43), adalah limitasi keberagaman (diversity) sendiri seperti kekerasan dan pornografi merupakan hal yang tetap tidak dapat dieksploitasi atas nama keberagaman. Dalam perkembngannya aspek diversity, lebih banyak diafiliasikan sebagai aspek politik dan ekonomi dalam konteks ideology suatu bangsa. (Mufid 2007 : 68).

Sumber Bacaan :
Mufid Muhamad, Komunikasi & Regulasi Penyiaran, Kencana : 2007, Jakarta.
Vivian John, Teori Komunikasi Massa, Penerjemah Tri Wibowo B.S. Edisi Kedelapan, Kencana : 2008, Jakarta,




Sabtu, 20 November 2010

Komunikasi Politik



Kontruksi Realitas Politik dalam Media Massa : Sebuah Studi Critical Discourse Analysis terhadap Berita-berita Politik. 2004 Granit, Jakarta. Menulis, pada BAB I , Media Massa dan Kontruksi Realitas Politik, oleh Hamad, Ibnu, Sebuah Kearngka Teori. Peristiwa politik selalu menarik perhatian media massa sebagai bahan liputan. Hal ini terjadi karena dua factor yang saling berkaitan. Pertaman dewasa ini politik berada di era mediasi (politic in the age mediation) yakni media massa, sehingga hamper mustahil kehidupan politik dipisahkan dari media massa. Malahan para actor politik senantiasa berusaha menarik perhatian wartawan agar aktivitas politiknya memperoleh liputan dari media massa. (hal 1)

McNair, Brian. Dalam bukunya An Introduction to Ploitical Communication (London, Routledge, 1995), bab 1 hlm. 2-15, mentyatakan bahwa era mediasi tersebut, fungsi media massa dalam komunikasi politik bias menjadi penyampai (transmitter) pesan-pesan politik dari pihjak-pihak luar dirinya ; sekaligus menjadio pengirim (senders) pesan politik yang dibuat (constructed) oleh para wartawannya kepada audiens. Jadi, bagi para actor politik, media massa dipakai untuk menyampaikan pesan-pesan politik mereka kepada khalayak ; sementara untuk para wartawan media massa adalah untuk memperoduksi pesan-pesan politik, karena peristiwa-peristiwa politik.

Liputan politik juga cenderung lebih rumit ketimbang reportase bidang kehidupoan lainnya. Pada satu pihak, liputan politik memiliki dimensi pembentukan opini mpublik (public opinion), baik yang diharapkan oleh politisi maupaun para wartawan. Pra actor politik menginginkan public ikut terlibat dalam pembicaraan dan tindakan politik melalui tindakan politik melalui pesan politik yang disampaikannya dalam komunikasi politik, aspek pembentukan opini ini memang memiliki tujuan utama, karena hal ini akan mempengaruhipencapaian-pencapaian politik para actor politik.

Dalam kerangka pembentukan opini public ini, media massa umumnya melakukan tiga kegiatan sekaligus. Pertama, menggunakan symbol-simbol politik (language politic), kedua, melaksanakan strategi pengemasan pesan (framing strategies), Ketiga, melakukan fungsi agenda setting media ( Agenda setting function). Takala melakukan tiga tindakan itu, boleh jadi sebuah media dipengaruhi oleh berbagai factor internal berupa kebijakan redaksional tertentu mengenai suatu kekuatan politik, kepentinganm politik para pengelola media, relasi media dengan sebuah kekuatan politik tertentu, dan factor eksternal seperti tekanan pasar pembaca atau pemirsa, system politik yang berlaku dan kekuatan-kekuatan luar lainnya. Dengan demikian, boleh jadi peristiwa politik bias menimbulkan opini public yang berbeda-beda tergantung dari cara masing-masing media melaksanakan tiga tindakan tersebut. (hal 2-3).

Politik itu memiliki nilai berita. Yang terakhir ini sejalan dengan pandangan Nimmo, Dan, dalam bukunya Political Communication and Public Opinion in Amerika. (Santa Monica, California : Goodyear Publishing, 1978). Hlm. 185-187, yang menyatakan bahwa peristiwa-peristiwa politik itu selalu laik berita. Nimmo membagi peristiwa politik ke dalam empat jenis : peristiwa rutin, incidental, skandal, dan tanpa disengaja. Keempatnya selalu bias menjadi bahan berita yang menarik. Sebab, sebuah peristiwa rutin bias melibatkan actor politik terkenal sehingga bias dijadikan berita : peristiwa tiba-tiba (incidental) seperti kecelakaan yang menimpa seorang actor politik juga akan menjadi berita. Demikian pula skandal yang dilakukan seorang actor politik merupakan berita hangat. Para wartawan juga sering mendapatkan informsi politik yang tak disengaja, antara lain karena disamarkan oleh actor politik sebagai sumber, yang justru kemudian menjadi berita besar.

Dalam kaitan ini penulis mengikuti pendapat Nimmo, ibid., Bab I hlm. 1-20, yang menjadi titik pandang seluruh bukunya itu. Ia berpendapat tujuan komunikasi politik adalah pembentukan pendapat umum. Dengan meminjam formula Lasswell, “siapa mengatakan apa melalui saluran effects ?) Nimmo menjelaskan hubungan antara komunikasi politik dan opini public. Elemen who (siapa) dalam model itu adalah komunikator politik : says what (mengatakan apa) adalah pesan politik ysng memakai symbol-simbol politik : in which chaneel (saluran) adalah media yangh salah satunya adalah media massa ; two whom (kepada siapa) adalah khalayak atau publik : dan with what effect (akibat apa) adalah dampak dari komunikasi politik berupa opini public. Selanjutnya dampak dari public opini ini adalah mempengharuhi sosialisasi dan partisipasi politik, pemberian suara dan kebijakan pejabat dalam mengambil keputusan.


Di pihak lain, kegitan di bidang media massa dewasa ini termasuk di Indonesia telah menjadi indutri. Dengan masuknya unsure capital, media massa mau tak mau harus memikirkan pasar demi memperoleh keuntungan (revenue) baik dari penjualan maupun dari iklan. Talk terkecuali dalam menyajikan peristiwa politik, karena pengaruh modal ini media massa akan lebih memperhatikan kepuasan khalayak (pelanggan dan pengiklan) sebagian pasar mereka dalam mengkonsumsi berita-berita politik. Padahal, public dalam komunikasi politik khususnya din Indonesia secara umum memiliki keterikatan secara ideologis. (Ideologis laden) dengan partai-partai politik atas dasar agama, nasionalisme, ataupun kerakyatan (sosialisme). Keadaan demikian dengan sangat mudah dapat kita amati terutama pada masa Pemilu, saat setiap warga Negara memperlihatkan orientasi politiknya masing-masing. 



Aspe Komunikasi Politik
Masa Orba
Masa Reformasi (1999)
Komunikator Politik
Didominasi oleh sumber-sumber resmi dari kalangan pejabat pemerintah dan aparat (tentara)
Menyebar ke sumber-sumber dari semua kekuatan politik seperti partai, LSM, dan aktivis.
Pesan Politik
Dari segi isu cenderung seragam. Orientasinya tunggal, menekankan consensus. Bermain dalam bahasa eufimisme. Ada usaha secara sistematis mendelegitimasi kekuatan selain Orde Baru . Di luar orde baru adalah musuh.
Isunya beragam dengan orientasi multiarah memperlihatkan perbedaan. Menggunakan bahasa yang lebih terus terang. Bahkan sering vulgar. Cenderung mendelegitimasi Orba sebagai musuh.
Media
Komunikasi
Politik
Media massa di bawah control penguasa Orba. Dalam liputan kampanye Golkar harus mendapatkan porsi lebih besar.
Media bebas menentukan pilihan politiknya. Pada sebagian Koran terjadi pemihakan (partisan) kepada salah satu kekuatan politik.
Khalayak
Komunikasi
Politik
Massa yang “apotis” kesadaran Ideologis dalam keadaan tertekan.
Massa dan sangat politis. Fanatisme pada salah satu partai dengan kesadaran ideologis yang tinggi.

Efek Komunikasi
Politik
Pemerintah adalah pihak yang harus selalu dianggap benar.
Setiap kelompok politik mendapat apresiasi sesuai kekauatan politiknya.

Dalam bukunya Marketing Politik – Antara Pemahaman dan Realitas, yang diterbitkan Yayasan Obor Indonesia, 2008 Jakarta. Firmanzah Ph.D menuliskan Metode Komunikasi Politik, adalah Perubahan dalam masyarakat local ,maupu  global juga memberikan implikasi terhadap cara melaksanakan komunikasi politik. Dengan semakin hilangnya system tertutup, otoriter dan refresif, semakin terbuka pula ruang-ruang kebebasan untuk berekpresi.  Media juga diiming-iming atas konsesi tertentu apabila mau mendukung pihak yang berkuasa. Namun, dengan semakin globalnya jaringan-jaringan kelompok-kelompok masyarakat dunia, perilaku aliansi media massa local untuk menjadi pihak yang objektif dan tidak memihak dapat direduksi semaksimal mungkin. Tekanan global terhadap media massa local untuk menjadi pihak yang objektif dan tidak memihak pastilah sedikit banyak dapat mencegah perilaku kolusif ini. Ketika ditemukan kasus kolusif, hal tersebut akan menjadi komunitas politik bagi oposisi untuk mendeskriditkan partai lawan yang telah melakukan kolusi itu.

Kolusi tersebut akan dapat merusak kredibilitas media massa di mata masyarakat. Bagi media massa, hal yang paling dijaga adalah krdibilitas informasi yang diberitakan. Kalau semua orang menanyakan ke-absahan berita yang ditampilkan, hal ini akan menggangu bisnis media massa itu sendiri. Artinya, kehancuran ada di depan mata. Sekali masyarakat tak percaya padanya, sebuah media massa tidak akan bangkit kembali. Tak ada ampun baginya. Selesai. Hal. 83

Kamis, 18 November 2010

Psikologi Komunikasi


Charactersitics of Relationships


1. There is strong mutual concern (caring) for the other’s personal growth.

            Kecenderungan untuk bertingkah laku sesuai dengan konsep diri disebut sebagai nu-buat yang dipenuhi sendiri. Bila anda berfikir Andi orang bodoh, anda akan benar-benar menjadi orang bodoh. Biula anda merasa memiliki kemampuan untuk mengatasi persoalan, maka persoalan apa pun yang Anda hadapai pada akhrinya dapat Anda atasi. ANda berusaha hidup sesuai dengan label yang anda letakan pada diri anda. Hubungan konsep diri dengan perilaku, mungkin dapat disimpulkan dengan ucapan para penganjur berfikir positif : You don’t think what you are, you are what you think.


2. There is Consistent agreement on intellectual matters.

Orang-orang yang memiliki kesamaan dalam nilai-nilai, sikap, keyakinan, tingkat sosioekonomis, agama, ideologis, cenderung saling menyukai. Menurut teori Cognitive Consistency dari Fritz Heider, manusia selalau berusaha mencapai konsistensi dalam sikap dan perilakunya. Kita cenderung menyukai orang, kita ingin mereka memilih sikap yang sama dengan kita, dan jika kiat menyukai orang, kita ingin mereka memilih sikap yang sama dengan kita. Kita ingin memiliki sikap yang sama dengan orang yang kita sukai, supaya seluruh unsure kognitif kita konsisten.

3. There is strong mutual commitment to the potential of the relationship.

Hubungan interpersonal tidaklah bersifat statis, tetapi selalu berubah. Untuk memlihara dan memperteguh hubungan interpersonal, perubahan memerlukan tindakan-tindakantertentu untuk mengembalikan keseimbangan (equilibrium). Ada empat factor yang amat penting dalam memlihara keseimbangan ini : keakraban, control, respons yang tepat, dan nada emosional yang tepat.

Kekaraban merupakan pemenuhan kebutuhan akan kasih saying Hubungan Interpersonal akanterpelihara apabiula kedua belah pihak sepakat tentang tingkat keakraban yang diperlukan. Faktor yang kedua adalah kesepakatan tentang siapa yang akan mengontrol siapa. Faktor yang ketiga, adalah ketepatan respons ; artinya, rspon A haruis di ikuti Respon B yang sesuai.

Konfirmasi

1)      Pengakuan LAngsung
2)      Perasaan Positif
3)      Responss Meminta Keterangan
4)      Respons Setuju
5)      Respons Suportif

Diskonfirmasi

1)      Respons Sekilas (Tangenial Response)
2)      Response Impersonal (Impersonal Response)
3)      Response Kosong (Impervious Response)
4)      Response yang tidak relevan (Irrelevant Response)
5)      Respon Interupsi (Interrupting Response)
6)      Response Rancu (Incorect Response)
7)      Response Kontradiktif (Incongruous Response)


4. They have a reciprocal feeling for each other
           
1)      Karakteristik dan maksud orang lain. Orang akan menaruh kepercayaan kepada seorang yang dianggap memiliki kemamampuan, ketremapilan, atau pengalaman dalam bidang tertentu. Contoh : Kita percaya kepada Dokter.
2)      Hubungan Kekuasaan. Percaya  tumbuh apabila orang-orang mempunyai kekuasaan terhadap orang lain. Bila saya tahu bahwa Anda akan patuh dan tunduk kepada saya, saya akan mempercayai anda.
3)      Sifatnya dan Kualitas Komunikasi. Bila komunikasi bersifat terbuka, bila maksud dan tujuan sudah jelas, bila ekspektasi sudah dinyatakan, maka akan tumbuh sikap percaya.


5. They can spend a majority of their time together.           

Dalam komunikasi interpersonal, kita bias berlama-lama bertukar pengelaman salaing mengenal karena kita menruh keprcayaan yang tinggi pada lawan bicara kita. Hubungan semakin akrab terjalin karena saling memiliki keprcayaan dan keretbukaan dalam berkomunikasi.

6. There is a mutual depth of sharing of their experiences
Ada kedalaman saling berbagi pengalaman mereka

Sikap percaya berkembang apabila setiap komunikan menganggap komunikan lainnya berslaku jujur. Tentu sikap ini dibentuk berdasarkan pengalaman kita dengan komunikan. Karena itu sikap percaya berubah-ubah tergantung kepada komunikan yang dihadapi.  Selain pengalaman, ada tiga factor utama yang dapat menumbukan  sikap percaya atau mengembangkan komunikasi yang didasarkan pada sikap saling percaya : menerima, empati dan kejujuran.

7. They consider each other as significan others
                                                                                                  
Pembukaan diri atau Self-Disclousure adalah mengungkapkan rekasi atau tanggapan kita terhadap situasi yang sedang kita hadapi serta memberikan informasi tentang masa lalu yang relevan atau berguna untuk memhami tanggapan kita di masa kini tersebut. (Johnson, 1982), dalam Komunikasi Interpersonal Karya Dr. A. Supratiknya.

Sikap Terbuka (open-mindedness) amat besar pengaruhnya dalam menumbuhkan komunikasi interpersonal yang efektif. Lawan dari sikap terbuka adalah dogmatisme, sehingga untuk memhami sikap terbuka, kita harus mengidentifikasikan lebih dahulu karakteristik orang dogmatis.


                                     
8. There is openness and honesty in all their communication.
Ada keterbukaan dan kejujuran dalam semua komunikasi mereka

Kejujuran adalah factor ketiga yang menumbuhkan sikap percaya. Menerima empati mungkin saja dipersepsi salah oleh orang lain. Sikap menerima kita dapat ditanggapi sebagai sikap tak acuh, dingin dan tidak bersahabat ; empati dapat ditanggapi sebagai pura-pura. Supaya ditanggapi sebenarnya,kita harus jujur mengungkapkan diri kita kepada orang lain. Kita harus banyak menghindari melakukan “penopengan” atau “pemngelolaan kesan” Kita tidak menaruh kepercayaan kepada orang-orang yang sering menyembunyikan pikiran dan pendapat-pendapatnya. . Kita menaruh kepercayaan kepada orang terbuka, atau tidak mempunyai pretense yang dibuat-buat.

9. They are Willing to bear the other’s burdens in life

Dalam hubungan yang akrab, memunginkan bana hidup di bagi dengan cara mencurahkan isi hati, terlebih curahan isi hati disampaikan kepada orang yang dipercyai. Dalam hubungan antar pribadi sikap saling percaya terjadi dan membagi beban hidup terjadi tanpa paksaan.

10. They Enjoy high, mutual sexual satisfaction


Komunikasi Interpersonal dalam keluarga terdekat seperti hubungan suami iitri dalam berumah tangga dapat menumbuhkan semangat berhubungan seks yang tinggi, dan pada akhirnya mandapatkan kepuasan seksual dalam kehidupan berumah tangga. Komunikasi interpersonal salah satunya menjadi alat untuk mencapai kepuasan tersebut.


Sumber Bacaan :        

Rakhmat Jalaludin, Psikologi Komunikasi, Rosda, bandung 2009.

Supratiknya, Komunikasi Antarpribadi , Tinjauan Psikologis. Kanisius Yogyakarta, 2007.

Sabtu, 09 Oktober 2010

Juara Harapan Lomba Foto Bandung Airshow

"BASAH SEMUA"
Juara Harapan Lomba Foto Bandung Airshow 2010 Foto : Yoki Yusanto/Kamera Canon 500D/  Lensa 18-55]

Minggu, 12 September 2010

FILM SANG PENCERAH

Sinopsis dan Trailer Film Sang Pencerah

SANG PENCERAH
Pimpinan Pusat Pengurus Muhamadiyah, Din Syamsudin menghimbau warga Muhammadiyah untuk menyaksikan film SANG PENCERAH arahan sutradara Hanung Bramantyo.

Saya menghimbau khususnya warga Muhamadiyah untuk menonton film ini yang pada 9 September akan ditayangkan di bioskop, dan marilah kita dukung film ini, kalau berhasil nanti akan ada SANG PENCERAH II,” ungkap Din Syamsudin.
Himbauan tersebut disampaikan dalam syukuran film SANG PENCERAH, di kediamannya di Komplek Pejanten Elok, Pasar Minggu, Jakarta Selatan,beberapa waktu yang lalu
“Atas nama pimpinan Muhamadiyah saya sampaikan ucapan terima kasih, tentunya film ini sangat ditunggu-tunggu oleh warga Muhamadiyah dan warga Indonesia pada umumnya,” ungkapnya.
SANG PENCERAH menampilkan bintang Lukman Sardi sebagai pemeran KH Ahmad Dahlan, Zaskia Adya Mecca (Nyai Ahmad Dahlan), Ikranegara (Kyai Abu Bakar), Sujiwo TejoGiring Nidji (KH Sudja, murid KH Ahmad Dahlan) dan sejumlah artis pendukung lain seperti Joshua Suherman yang berperan sebagai tokoh Hisyam muda. Film ini mengisahkan tentang perjalanan hidup seorang Ahmad Dahlah, pendiri Muhamadiyah.
“Saya dan teman-teman di Muhamadiyah sudah lama sekali berharap ada yang bikin film dan sebenarnya sudah ada rencana dari sutradara lain yang ingin membuat film ini sampai akhirnya Mas Hanung yang mempunyai obsesi yang sama dengan kita dan mewujudkan ini,” urainya.
“Ini akan semakin mencerahkan warga Muhamadiyah dan tentunya juga pencerahan bagi bangsa,” pungkasnya.
Dari sekian banyak pemain di film Sang Pencerah, ada tiga yang tidak perlu repot melewati proses casting. Mereka ditunjuk langsung oleh sang sutradara, Hanung Bramantyo.
Pertama, untuk karakter K.H. Ahmad Dahlan diperankan oleh Lukman Sardi. Ke-dua, sosok Kyai Hulu dipercayakan pada aktor gaek Slamet Raharjo. Dan yang terakhir untuk pemeran Nyai Walidah, Hanung menunjuk istrinya sendiri, Zaskia Adya Mecca.
"Lukman itu aktor muda yang punya kualitas sangat bagus. Slamet Raharjo, aktor senior yang masih dicintai oleh masyarakat," jelas Hanung dalam acara Press Junket film Sang Pencerah di FX Senayan, Jakarta Selatan, Rabu (11/8).
Lantas bagaimana dengan Zaskia? Bukan asal pilih, Hanung merasa istrinya itu punya satu poin penting yang dia cari.
"Zaskia ini kan ikon perempuan muslim. Jadi, cukup mewakili," kata Hanung.
Soal anggapan keterlibatan Zaskia yang disebut karena nepotisme, dia menanggapinya dengan santai.
"Ya kalau dia bisa kasih performa yang bagus untuk pekerjaannya kenapa enggak," tukas sutradara Ayat-ayat Cinta itu.
Sinopsis Film Sang Pencerah
Film Sang Pencerah ini mengambil setting di Kota Jogyajakarta pada tahun 1867-1912.

Sepulang dari Mekah, Darwis muda (Ihsan Taroreh) mengubah namanya menjadi Ahmad Dahlan. Seorang pemuda usia 21 tahun yang gelisah atas pelaksanaan syariat Islam yang melenceng ke arah Bid’ah /sesat

Melalui Langgar / Surau nya Ahmad Dahlan (Lukman Sardi) mengawali pergerakan dengan mengubah arah kiblat yang salah di Masjid Besar Kauman yang mengakibatkan kemarahan seorang kyai penjaga tradisi, Kyai Penghulu Kamaludiningrat (Slamet Rahardjo) sehingga surau Ahmad Dahlan dirobohkan karena dianggap mengajarkan aliran sesat. Ahmad Dahlan juga di tuduh sebagai kyai Kafir hanya karena membuka sekolah yang menempatkan muridnya duduk di kursi seperti sekolah modern Belanda.

Ahmad Dahlan juga dituduh sebagai kyai Kejawen hanya karena dekat dengan lingkungan cendekiawan Jawa di Budi Utomo. Tapi tuduhan tersebut tidak membuat pemuda Kauman itu surut. Dengan ditemani isteri tercinta, Siti Walidah (Zaskia Adya Mecca) dan lima murid murid setianya : Sudja (Giring Nidji), Sangidu (Ricky Perdana), Fahrudin (Mario Irwinsyah), Hisyam (Dennis Adishwara) dan Dirjo (Abdurrahman Arif), Ahmad Dahlan membentuk organisasi Muhammadiyah dengan tujuan mendidik umat Islam agar berpikiran maju sesuai dengan perkembangan zaman
Trailer Film Sang Pencerah

Selasa, 10 Agustus 2010

Engglish Language Study

Pare Engglish Village, Tulungrejo Village, Kediri Regency in east java. before i go Pare, i searching in internet. i know from search enggine google, a lot of site's about pare.

and than i searching in social networking facebook. i found the awarenes group in facebook. i write on face book walls the awarenes group than on right of 7 july, i will come to pare.

i go to pare by malabar (malang - bandung raya) train from bandung trains station to kediri trains station.  i leave at half pas three p.m.

and than arive in Kediri train station half pas four a.m. so that i go to bus station terminal by pedicap. and go to pare by small bus (puspa indah) to malang so get off in front of  Basic Engglish Course (BEC) in Tulungrejo Village.

and than by ojeg motorbike hang around in pare village. i visit some of course such as Kresna, global-e, and webster. At last i come to The Awarenes, before i know the awarenes first from social networking Facebook.


in the awarenes i take pronounciation program, speaking one program and basic vocabulary.i so glad because my teacher smart, friendly and familiar. i will stay in pare one month and two week, because i take another program in the notice of course just two week for pre toefl. 


i am hope after living in pare i' will be able to speak english well.












Senin, 09 Agustus 2010

Sempu Island Vacation

Third vacation after Bali island and bromo vulcano mountain. at six a clock, i leave from pare vilage, kediri regency by mini bus. i go to sempu island with my freind from the awarenes course. the journey a cross many town such as kediri regency, blitar regency, and last malang regency. spend five hours to arrived in sendang biru beach at 12.00 am.

by fishermans boat to cross the sea to reach sempu island. just five ten minutes to arrive in sempu island from sendang biru beach. i walk in the forest a feel tired in the journey, because the way very bad. mud road we passed. two hours i spend for journey in sempu island forest.

when i arrived in segara anakan i see beautiful scenery, because the white sand, wonderful coral and than i can see hindia ocean with big wave in the sea. in segara anakan beach ours friend build camp for spending night, many more another visitor build a camp too.

and than in segara anakan beach we are swim there because the sea is not deep. at night we are toasted the tuna fish and will be eat together so delicious. after toasted fish, we are drink a beer in segara anakan beach, so that i fall sleep in camp. after that in the morning i get up at 06.11 am , i see sunrise but also is not visible because the sky so dark. and after that, we prepare ours self to get back to my dormitory in pare.

diferent whith journey when i come last day, we just take one hours cross a sempu island forest. finaly i go back a cross the sea by fisherman boat, to sendang biru beach. when arrived at sendang biru we are take a bath, with fee just 1500 IDR. after that we go to launch in eat shop.

so that i don't forget to buy some fish in fish market. buy some give my freind in grand mother's dormitory. we are go back at 12.00 am to pare kediri by minibus. in the mini bus i am hate the someone because tatih suchau nuthum sister's. use to speak " di kasih ngak yahhhh.....hemm-hemm....hemm...." always, it 's not funny. and i still hate edi the commite team. i arived in pare at five a clock in afternoon.